Sarkasme Pendiri Dogecoin untuk Industri Kripto

Share :

Portalkripto.com — Menyusul runtuhnya FTX yang membuat pasar kripto bergejolak, pencipta token meme Dogecoin memberikan kritikan pedas terhadap industri kripto.

Melalui cuitannya, Billy Markus, mengingatkan kembali para followernya alasan mengapa dia menciptakan Dogecoin.

Markus menuliskan setiap siklus sebuah crash kripto terlihat sama persis, termasuk keruntuhan FTX. Secara spesifik dia menambahkan kejadian di tahun 2013 dan 2018 memiliki kesamaan dengan runtuhnya sejumlah industri kripto di tahun 2022.

“Keangkuhan, kebodohan, regulator yang mengejar-ngejar pelaku industri kecil, dan penipuan merajalela,” cuitnya pada Minggu, 13 November 2022.

Dia menambahkan kejadian crash kripto akan terulang kembali dan setiap orang akan menanggapinya dengan “kegilaan” mereka seperti belum pernah terjadi sebelumnya.

Life cycle ini sudah menjadi sesuatu yang alami bagi industri kripto dan seluruh keberadaannya.

“Inilah mengapa Dogecoin dibuat yaitu untuk mengolok-olok semua kebodohan ini,” katanya.

Lebih lanjut Markus mengatakan, jika Anda dapat mentolerir semua kebodohan dan benar-benar memahami seluruh konteksnya, itu adalah hal yang bagus. Janganlah menjadi orang yang tidak paham karena kebodohan (tidak mau belajar) atau terbawa oleh narasi yang menyesatkan atau menjadi korban dari influencer yang menjajakan harapan palsu.

“Jadilah cerdas,” tandasnya

Markus menegaskan dia tidak menentang industri kripto. Sebaliknya, dia mengatakan kripto adalah suatu nilai atau manfaat. Dengan kripto, seseorang dapat memindahkan koin dari satu wallet ke wallet lainnya tanpa validasi terpusat.

“Yang menjadi masalah adalah orangnya,” tukas dia.

Fundamental yang Buruk

Pendapat lain soal runtuhnya FTX disampaikan juga oleh pendiri Ethereum Vitalik Buterin.

Dia mengatakan keruntuhan yang dialami exchange kripto FTX tidak dapat dihindari karena sifatnya yang terpusat (centralized).

“Tahun ini kami melihat banyak (perusahaan) runtuh karena mereka di bangun dari fundamental yang buruk,” ujarnya dalam acara konferensi LaBitConf di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 11 November 2022.

Buterin juga menyinggung gaya pemasaran yang dilakukan FTX bagaikan gaya diktator di era 1930-an. Gaya ini menurutnya bertentangan dengan etos kripto.

“Orang-orang lebih percaya pada seorang pria berjas yang berkeliling dan menamakan dirinya sendiri dengan ‘Bankman’ (pekerja bank),” kata Buterin.