Ringkasan Berita
- 50 juta XRP (senilai $175 juta) dipindahkan dari dompet co-founder Ripple, Chris Larsen, ke bursa.
- Harga XRP turun 10% akibat aksi jual besar dan tekanan dari pasar Korea Selatan (Upbit).
- RSI dan analisis teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual, potensi koreksi belum selesai.
- Meskipun anjlok, harga XRP masih berpeluang capai rekor $3.84 jika tren pasar membalik positif.
Scroll sampai bawah untuk analisis lebih lengkap..
Harga XRP turun lebih dari 10% pada perdagangan Kamis, 24 JUli 2025. Penurunan harga ini dikaitkan dengan aktivitas transaksi jumbo yang dilakukan oleh salah satu pendiri Ripple, Chris Larsen.
Larsen dilaporkan memindahkan 50 juta XRP senilai sekitar $175 juta antara tanggal 17 Juli hingga 23 Juli 2025. Langkah ini memicu kritik dari komunitas kripto dan holder XRP. Lantaran isu tersebut menyebabkan harga XRP anjlok.
Seorang peneliti blockchain ZachXBT mengungkapkan transaksi tersebut melalui unggahan di platform X (Twitter) pada Kamis, 24 Juli 2025. Ia mencatat bahwa sekitar $140 juta XRP telah dikirim ke bursa terpusat atau layanan serupa — yang biasanya diartikan sebagai sinyal keinginan untuk menjual aset.
“Dompet yang terhubung dengan Chris Larsen masih menyimpan lebih dari 2,81 miliar XRP (senilai $8,4 miliar),” ujar ZachXBT, menanggapi komentar pengguna yang menyindir kepemilikan besar tersebut.

Saat laporan ini ditulis harga XRP berada di level $3.18. Di hari perdagangan yang sama aset kripto dengan kapitalisasi pasar $186 miliar tersebut sempat turun ke harga $3.07. Padahal di pembukaan pasar, XRP dibuka dengan harga $3.5.

Larsen Dituduh Menjual Saat Harga Tinggi Lokal
Dengan kapitalisasi pasar XRP yang mencapai $183 miliar, artinya aset yang dimiliki Larsen menyumbang sekitar 4,6% dari total pasar XRP. Jika dipindahkan sekaligus, volume ini berpotensi memberi tekanan jual besar.
Waktu transfer yang dilakukan Larsen juga menuai sorotan. Transaksi dilakukan saat harga XRP menyentuh level tertinggi lokal di atas $3,60 pada Jumat, pekan lalu, sebelum turun ke bawah $3,10. Beberapa anggota komunitas menuduh Larsen melakukan “dumping” aset untuk mengambil keuntungan di puncak.
“Chad karena menjual pada penggemarnya sendiri,” sindir salah satu pengguna X.
“Game is game,” balas ZachXBT secara sarkastik.
Beberapa pengguna lainnya mengeluhkan pola penjualan oleh orang dalam (insider selling) yang terus berulang, dan mempertanyakan bagaimana Ripple bisa tetap bertahan di peringkat lima besar pasar kripto di tengah dugaan dumping predatoris.
Namun, tak semua setuju. Seorang pengguna dengan nama 0xLouisT membela tindakan Larsen, menyebutnya sebagai upaya untuk mendistribusikan XRP ke pemegang jangka panjang dan mendukung desentralisasi jaringan.
Hingga berita ini ditulis, Chris Larsen belum memberikan pernyataan secara terbuka ke publik.
XRP Masih Berpeluang Menembus Rekor 2018
Meskipun mengalami koreksi harga, XRP masih memiliki potensi untuk melampaui harga tertinggi sepanjang masa pada 2018 sebesar $3,84, menurut Wakil CEO Bitpanda, Lukas Enzersdorfer-Konrad.
Ia menilai, kenaikan harga selanjutnya sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, termasuk perputaran modal dari Bitcoin ke altcoin. Saat ini, belum ada katalis tunggal yang mendorong XRP, sehingga momentum pasar menjadi faktor utama dalam proyeksi bullish.
Analisa Teknikal
Technical Breakdown & Sentiment Shift
XRP menembus di bawah level Fibonacci retracement 23,6% ($3,28) dan 100-period SMA ($3,00) pada grafik per jam, yang membatalkan struktur bullish-nya. RSI turun dari 88 (overbought) ke 56, mengindikasikan pelemahan momentum dan aksi ambil untung setelah reli 60% di bulan Juli.
Market Dynamics: Altcoin Weakness & Upbit Dominance
Dominasi Bitcoin naik 1,07% dalam 24 jam terakhir, menandakan rotasi modal keluar dari altcoin. Indeks Musim Altcoin versi CMC berada di angka 39/100. Sementara itu, perintah jual XRP sebesar 75 juta dari Upbit menyumbang sekitar 30% dari volume harian, menekan harga secara global akibat likuiditas yang tipis.



