Peretas FTX Sebar 180.000 ETH Curian ke 12 Wallet Baru

Share :

Portalkripto.comPeretas yang mencuri kripto senilai $477 juta dari exchange FTX kembali berbuat ulah. Menurut data on-chain dari Etherscan, peretas tersebut telah menyebar 180.000 ETH curian ke 12 wallet baru.

Pergerakan ini terpantau terjadi pada pukul 23.11-23.17 WIB, 21 November 2022. Masing-masing wallet menerima 15.000 ETH dengan total nilai sekitar $199,3 juta.

Transaksi yang dilakukan wallet dengan label ‘FTX Account Drainer’. (sumber: Etherscan)

Sementara belum ada pergerakan lagi dari ke-12 wallet itu, komunitas menduga peretas tengah mencoba untuk mengelabui penyidik FTX. Peretas melakukan ‘peel chaining’ atau membagi kriptonya ke dalam jumlah yang sangat kecil.

Aksi Pelanggan FTX Minta ‘Jatah’ ke Peretas

Beberapa pelanggan FTX telah mengirim pesan berkode kepada peretas untuk mendapatkan ‘jatah’ dari kripto yang dicuri itu. Jatah ini sebagai bentuk ganti rugi atas kerugian yang dialami setelah FTX runtuh.

Seorang pengguna Ethereum Name Service (ENS) dengan nama domain ftx-rekt200k-pls-help.eth, mengatakan ia telah kehilangan uang akibat ambruknya FTX. Ia kemudian meminta peretas untuk mengembalikan uangnya.

Pengguna itu bahkan mengirim 0,000001 ETH sebanyak 21 transaksi ke alamat wallet peretas untuk mendapatkan perhatian.

Ada juga pengguna lain yang membuat domain ENS dengan nama pleasecheckutf8data.eth dan mengirim 12 transaksi senilai 0,0001 ETH ke peretas. Tiap transaksi berisi pesan.

“Tolong kirim $100k kepada saya. Saya harus membayar tagihan rumah sakit dan harus pergi ke Amerika pada Desember nanti. Saya tidak bisa berjalan dengan baik karena menderita masalah otot. Tolong bantu! Saya kehilangan banyak uang di FTX,” tulisnya, dikutip Cointelegraph.

Pesan berkode yang meminta wallet FTX Account Drainer untuk memberikan ‘jatah’. (sumber: Etherscan)

Peretasan terhadap FTX terjadi pada 11 November 2022, di hari yang sama dengan pengajuan kebangkrutan Bab 11 UU Kepailian AS oleh FTX ke pengadilan distrik Delaware.

Pada 20 November 2022, peretas juga berulah dengan mengirim 50.000 ETH ke wallet terpisah dan mengkonversinya ke Bitcoin (BTC) dengan menggunakan Ren Protocol. Ren Protocol atau Ren Bridge dikenal memiliki hubungan yang erat dengan perusahaan saudari FTX, Alameda Research.

Harga ETH Semakin Tertekan

Peretas yang kini menjadi pemegang ETH terbesar ke-40 di dunia itu juga telah melakukan dumping ETH yang semakin menekan harga ETH di pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga ETH sudah turun 12% dalam sepekan terakhir. Kini ETH diperdagangkan di harga $1.100, terendah sejak 19 Juni 2022.

Pergerakan harga ETH dalam sepekan terakhir. (sumber: CoinMarketCap)

Perusahaan intelijen blockchain Arkham Intelligence menduga peretas FTX panik dan mencoba mencairkan seluruh ETH yang telah dicuri. Sejumlah pakar blockchain bahkan menduga peretas FTX adalah orang dalam yang memiliki akses terhadap cold wallet FTX.

Tim keamanan exchange kripto Kraken mengaku mengetahui identitas peretas karena pelaku penggunakan akun pribadi untuk membayar biaya transaksi. Namun, belum ada pengumuman apapun yang disampaikan Kraken.