Portofolio Perempuan Bertambah di Tengah Optimisme Investor Retail Kripto

Share :

Portalkripto.com — Crypto winter alias musim dingin kripto yang menyergap hampir sepanjang tahun 2022 tak serta merta membuat optimisme pelaku pasar rontok. Alih-alih demikian, investor retail kripto justru memperlihatkan optimisme mereka menyambut tahun 2023.

Hasil survei bursa saham dan kripto global eToro menemukan terjadi peningkatan proporsi investor ritel kripto dari 36% pada kuartal tiga (Q3) menjadi 39% pada Q4 2022. Peningkatan salah satunya dipicu oleh bertambahnya portofolio investasi kripto yang dimiliki kaum perempuan dalam periode tersebut.

eToro mencatat ada lonjakan portofolio investasi kripto di kalangan perempuan dari 29% di Q3 menjadi 34% kedua di Q4, sementara peningkatan pada investor pria hanya bertumbuh satu basis poin persentase secara kuartalan.

“Kripto sekarang menjadi kelas aset paling banyak kedua yang dimiliki perempuan setelah uang tunai, mengesankan keberhasilannya di tengah pasar keuangan tradisional yang terkadang gagal memikat lebih banyak kaum perempuan,” kata laporan tersebut.

Grafik pertumbuhan portofolio investasi kripto pria dan wanita sepanjang 2022 (Sumber: eToro)

Selain disumbang portofolio investor perempuan, pertumbuhan tersebut turut dipompa peningkatan proporsi koleksi kripto investor Retail Baby Boomers. Selama Q4 2022, proporsi investor ritel berusia 35-44 tahun dan 45-54 meningkatkan kepemilikan kripto mereka masing-masing menjadi 53% dan 36%.

Survei juga mengungkapkan beberapa alasan utama pelaku pasar berinvestasi di kripto. Alasan utama investasi kripto adalah kesempatan untuk mendapat keuntungan yang tinggi (37%); percaya pada kekuatan blockchain (34%); dan menganggap kripto sebagai kelas aset transformatif (34%).

Lebih jauh, survei menemukan faktor yang membuat sebagian besar (61%) investor masih menghindari kripto. Faktor terbesar dalam keputusan ini adalah risiko (50%) dan kurangnya regulasi yang mengatur (30%).

Variasi Pandangan Pelaku Pasar

Dari segi pelaku pasar secara umum, sepertiga (33%) investor ritel mengatakan bear market tahun lalu telah mengurangi minat investasi mereka. Namun, 67% sisanya bersikap ambivalen atau memandang positif tahun 2022.

Sebanyak 16% investor memandang tahun 2022 merupakan peluang untuk membeli aset saat harga turun (buy dip), sementara 15% investor mengatakan pasar bearish malah meningkatkan selera mereka untuk berinvestasi.

Berdasarkan usia investor, pandangan sentimen pasar ini bervariasi. Sebanyak 23% investor berusia 18-34 tahun mengatakan selera investasi mereka meningkat di tahun 2022. Sementara di kalangan investor berusia di atas 55 tahun, hanya 6% dari mereka yang memiliki pandangan serupa.

Sedangkan jumlah investor retail yang mengatakan tahun 2022 telah mengurangi minat investasi mereka mencapai 27% pada kalangan usia 18-34 tahun. Pada kelompok investor berusia 55 tahun ke atas, jumlahnya mencapai 40%.