Presiden El Salvador akan Bertemu IMF Bicarakan Legalitas Bitcoin

Portalkripto.com– Hasil kongres parlemen El Salvador yang menghasilkan Undang-undang soal legal tender Bitcoin menjadi perbincangan serius di kalangan ekonom dunia. Termasuk The International Monetary Fund (IMF) pun menyoroti regulasi yang telah disahkan oleh Presiden El Salvador Nayib Bukele tersebut.

IMF dalam konferensi pers yang digelar kemarin, 10 Juni 2021, mengungkapkan keprihatinannya atas keputusan Elsavador yang memayungi ekosistem Bitcoin di negaranya. 

Juru bicara IMF Gerry Rice dalam jumpa pers yang disiarkan melalui website resmi, mengatakan tim IMF akan bertemu dengan Presiden Nayib Bukele hari ini, Jumat 11 Juni 2021, untuk membahas sejumlah agenda termasuk regulasi legal tender Bitcoin di El Salvador.

LIHAT JUGA: VIDY Terlibat NFT Market Binance 24 Juni, Cocok Beli di Harga Berapa?

“Adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah menimbulkan sejumlah masalah ekonomi makro, keuangan, dan hukum yang memerlukan analisis yang sangat hati-hati. Kami mengikuti perkembangan dengan cermat, dan kami akan melanjutkan konsultasi kami dengan pihak berwenang,” kata Rice.

Rice pun mengungkapkan kesedihannya dengan keputusan sejumlah negara yang berencana mengadopsi mata uang kripto seperti El Salvador.

“Aset kripto dapat menimbulkan risiko yang signifikan. Langkah-langkah pengaturan yang efektif sangat penting ketika menghadapinya,” ujarnya.

LIHAT JUGA: Empat Coin Potensial Juni 2021, Beserta Analisis Teknikalnya

El Salvador telah membuat regulasi yang sangat bersejarah bagi perkembangan ekosistem cryptocurrency. Pada 9 Juni 2021 kongres parlemen El Salvador yang dikuasai oleh partai penguasa telah sepakat untuk sahkan RUU Legal Tender BTC tersebut. 

Dalam undang-undang tersebut, selain disahkan sebagai alat pembayaran, Pemerintah El Salvador memiliki kewenangan untuk mewajibkan perusahaan atau unit bisnis untuk menerima Bitcoin. 

“Mereka harus mengambilnya secara hukum. Jika Anda pergi ke Meksiko, mereka harus mengambil peso Anda,” ujar Presiden El Salvador Nayib Bukele.