Sam Bankman-Fried Nyatakan Tak Merasa Bersalah Atas Kehancuran FTX

Share :

Portalkripto.com — Pendiri exchange kripto FTX, Sam Bankman-Fried, menyatakan tak merasa bersalah atas delapan tuntutan pidana yang dilayangkan kepadanya. Pernyataan tersebut disampaikan di pengadilan distik selatan New York, pada Rabu, 4 Januari 2023.

Mantan CEO itu menjadi tahanan rumah di rumah orang tuanya di California sejak 22 Desember 2022. Namun pada 3 Januari Bankman-Fried telah kembali ke New York untuk menjalani sidang kedua.

Reporter Fox News Connell McShane di Twitter mengunggah video kedatangan Bankman-Fried ke pengadilan. Pria 32 tahun itu terlihat mengenakan setelan jas, membawa tas gendong, dan mengunyah permen karet.

Dalam sidang tersebut, salah satu jaksa penuntut umum, Jaksa Danielle Sassoon, mengatakan timnya akan memberikan bukti dokumen kepada pengacara Bankman-Fried dalam waktu dua pekan ke depan. Bukti dokumen itu diperoleh dari debitur, investor, dan karyawan FTX.

Didampingi oleh pengacaranya, Mark Cohen dan Christian Everdell, Bankman-Fried menjalani sidang sekitar dua jam. Sidang untuk mengadili Bankman-Fried sebagai terdakwa dijadwalkan digelar pada 2 Oktober 2023.

Tak seperti Bankman-Fried, dua tersangka lainnya, eks CEO Alameda Research Caroline Ellison dan co-founder FTX Gary Wang justru telah mengaku bersalah atas segala tuduhan dan bersedia bekerja sama dengan penyidik.

Orang Tua Sam Bankman-Fried Diancam

Pengacara Bankman-Fried sekali lagi mengajukan permohonan kepada pengadilan. Dalam sidang kali ini mereka meminta agar informasi mengenai penjamin Bankman-Fried tidak dikemukakan ke publik.

Sebelumnya diberitakan bahwa Bankman-Fried telah dibebaskan dengan jaminan sebesar $250 juta oleh empat orang. Dua di antaranya adalah orang tuanya, yakni Barbara Fried dan Joseph Bankman.

Ternyata, Barbara Fried dan Joseph Bankman sejak saat itu telah mendapatkan banyak ancaman dan kecaman karena dinilai telah melindungi anaknya yang merupakan seorang penjahat.

“Dalam beberapa pekan terakhir, orang tua Bankman-Fried telah menjadi target ancaman dan pelecehan. Orang tua Bankman-Fried telah menerima ancaman yang mengungkapkan keinginan agar mereka menderita secara fisik,” ujar pengacara Cohen.

Atas dasar ini, Kepada Hakim Lewis Kaplan, tim pengacara Bankman-Fried meminta agar pengadilan tidak mengungkap dua nama penjamin lainnya. Jika informasi keduanya terungkap, dikhawatirkan mereka akan mendapatkan ancaman seperti yang dialami orang tua bankman-Fried.

“Jika dua penjamin lainnya diungkap ke publik, mereka kemungkinan akan menjadi sasaran media, dan berpotensi menjadi sasaran pelecehan, meskipun tidak memiliki hubungan substantif dengan kasus tersebut,” tambahnya.

Anggota komunitas kripto berspekulasi bahwa dua penjamin Bankman-Fried lainnya adalah presenter Kevin O’Leary dan pengusaha Bill Ackman. Ada juga yang menyebut CEO Binance Changpeng Zhao (CZ), meski rasanya mustahil karena keduanya sudah beberapa kali berseteru.

Sam Bankman-Fried Pindahkan Dana dari Alameda?

Setelah Bankman-Fried menjadi tahanan rumah, beberapa pergerakan uang misterius terjadi dari wallet yang terkait dengan Alameda Research. Sedikitnya kripto senilai $1,7 juta telah dipindahkan dari wallet itu dan dialirkan ke exchange serta ke platform mixer.

Platform coin mixer biasanya digunakan untuk mengaburkan jejak pergerakan kripto antar-wallet, yang berarti kecil kemungkinan dana Alameda itu dipindahkan oleh likuidator sebagai bagian dari proses kebangkrutan seputar FTX dan Alameda.

Belum diketahui siapa yang mentransfer dana dari wallet itu. Banyak pengamat kripto menduga Bankman-Fried yang melakukannya karena saat ini ia bebas menggunakan koneksi internet di rumah orang tuanya.

Namun, Bankman-Fried dengan cepat mencuit di Twitter pada 31 Desember 2022 dan membantah. Untuk pertama kalinya ia kembali aktif di platform media sosial itu sejak 9 Desember 2022.

“Saya bukan dan tidak dapat memindahkan dana apapun. Saya tidak memiliki akses lagi,” katanya.