Selain Filecoin, Ini Tujuh Project Crypto yang Mengusung DePIN

DePIN Crypto
Share :

Portalkripto.com– Narasi DePIN atau decentralized physical infrastructure networks di tahun 2024 ini digadang-gadang akan menjadi primadona.

DePIN, atau Jaringan Infrastruktur Fisik Terdesentralisasi ini merupakan sebuah sistem menciptakan pendekatan dengan memanfaatkan blockchain dan token reward untuk mengembangkan infrastruktur fisik dunia nyata di sektor seperti transportasi, energi, dan konektivitas nirkabel.

Menggunakan token crypto sebagai imbalan, sistem DePiN untuk mendorong partisipasi dalam jaringan infrastruktur fisik. Sehingga memungkinkan pembangunan bisa diinisiai dari “bawah ke atas” bukan dari “atas ke bawah.”

Karena, mendirikan dan mengoperasikan jaringan infrastruktur fisik memerlukan biaya dan tantangan yang tinggi, itulah sebabnya mengapa secara historis biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan mapan atau pemerintahan dengan modal yang cukup.

Dengan sistem DePIN individu dapat berpartisipasi menggunakan perangkat keras mereka sendiri atau perangkat keras khusus yang dirancang untuk jaringan tersebut.

Filecoin (FIL) Pelopor DePIN di Ekosistem Crypto

Filecoin (FIL) menjadi pelopor proyek kripto dengan jaringan DePIN. Di tahun 2014, Filecoin memperkenalkan sebuah lapisan insentif yang serupa dengan konsep IPFS atau InterPlanetary File System.

IPFS diigunakan untuk membangun aplikasi web yang lebih terdesentralisasi, menyediakan mekanisme untuk berbagi dan mendistribusikan konten tanpa tergantung pada server sentral. Platform ini juga mendukung konsep “web alam semesta” di mana konten dapat diakses secara lebih merata dan tahan lama di seluruh dunia.

Saat awal peluncurannya, token FIL menjadi imbalan kepada pihak yang memiliki ruang penyimpanan hard drive ekstra yang disewakan.

Selain itu, jaringan DePIN Filecoin juga memastikan bahwa aset digital dan data yang terkait dengan mereka (seperti gambar dari NFT atau catatan transaksi) selalu dapat diakses, tanpa bergantung pada status server atau pembatasan geografis.

Ini untuk menjaga integritas aset digital. Karena terdapat salinan ganda, mencoba memanipulasi data menjadi sangat sulit. Anda selalu dapat memverifikasi keaslian suatu aset melalui salinannya yang terdistribusi.

Menggunakan DePIN juga meningkatkan efisiensi, karena mengambil data dari node terdekat atau paling tersedia mengurangi waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk mengakses konten digital.

Filecoin memang hanya satu contoh dari proyek DePIN. Ada banyak proyek lain, masing-masing menggunakan tokenisasi untuk mendorong partisipasi dalam jenis jaringan infrastruktur fisik yang berbeda.

Beberapa proyek DePIN meliputi

Arweave

Layanan penyimpanan file terdesentralisasi di mana pengguna berbagi ruang disk komputer yang tersedia dengan mereka yang membutuhkan kapasitas penyimpanan.

Hivemapper

Layanan pemetaan terdesentralisasi di mana pengguna mendapatkan imbalan atas pengambilan gambar jalan tempuh mereka dengan dashcam khusus.

Render

Platform penggambaran GPU terdesentralisasi, di mana pengguna dapat menyumbangkan daya yang tidak terpakai dari kartu grafis PC mereka untuk menggambar grafis bergerak dan efek visual.

Helium

Jaringan Internet of Things terdesentralisasi yang menggunakan jaringan terdistribusi dari hotspot yang mendapatkan imbalan atas penyediaan cakupan nirkabel.

Power Ledger

Platform perdagangan energi peer-to-peer yang bertujuan untuk mendesentralisasi grid energi.

DIMO

Singkatan dari Digital Infrastructure for Moving Objects, DIMO adalah jaringan yang memungkinkan pemilik kendaraan menggunakan dan menghasilkan uang dari data yang dikumpulkan dari kendaraan mereka.

PowerPod

Jaringan pengisian mobil listrik bersama yang memungkinkan pemilik pengisi daya pribadi untuk membagikannya dengan pengemudi lain, sambil mendapatkan imbalan.