Selamat Ulang Tahun ke-14, Bitcoin!

Share :

Portalkripto.com — Sabtu, 3 Januari 2009, Satoshi Nakamoto mengaktifkan blok transaksi pertama Bitcoin dengan penambangan mandiri yang dia lakukan. Blok yang menandai transaksi kriptografis Bitcoin pertama ini disebut sebagai blok genesis. Kelak blok tersebut akan dikenang sebagai titik mulai kelahiran Bitcoin dalam sejarah cryptocurrency.

Tepat hari ini, Selasa, 3 Januari 2022, Bitcoin merayakan ulang tahunnya yang ke-14. Blok genesis pertama yang diaktifkan Satoshi ini terus bertumbuh. Sampai saat ini sudah ada ratusan ribu blok transaksi Bitcoin. Jumlah ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dengan semakin banyaknya transaksi Bitcoin baru yang bermunculan.

Ke depan, penambahan blok ini masih akan terus terjadi. Minat dan ketertarikan orang untuk mengadopsi Bitcoin terus bertumbuh. Umur perjalanan blok yang telah memasuki 14 tahu telah menjadi bukti penanda bahwa induk dari segala cryptocurrency ini sudah mampu melewati tempaan skeptisisme dan sinisme terhadap eksistensinya.

Kenapa Bitcoin Panjang Umur?

Banyak alasan yang mendasari kenapa Bitcoin ini masih terus bertahan. Yang paling umum adalah tawaran utilitas dari teknologi blockchain yang mencakup desentralisasi, anonimitas, efisiensi, keamanan tinggi, dan transparansi dalam setiap transaksi.

Desentralisasi membuat Bitcoin tidak terpusat pada satu otoritas atau bank sentral laiknya mata uang fiat, sehingga tidak ada satu entitas pun yang bisa memanipulasi nilai atau mengontrol jumlah Bitcoin yang beredar. Jumlah Bitcoin yang diciptakan juga dibatasi hingga 21 juta keping, tidak seperti mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batas oleh bank sentral.

Transparansi dimungkinkan lantaran semua transaksi yang terjadi dalam blockchain disimpan dalam ledger alias buku pencatatan digital raksasa yang dapat dilihat oleh semua pihak dalam jaringan dan sangat sulit diotak-atik. Dalam sistem pencatatan mata uang fiat, rekaman transaksi biasanya terpusat pada bank sentral, sehingga tidak semua pihak dapat mengakses dan memverifikasi transaksi. Pencatatan juga dilakukan tidak dalam ledger yang membuka celah riwayat transaksi untuk dikompromikan dengan kecurangan atau manipulasi.

Bitcoin menawarkan anonimitas bagi penggunanya, yang memungkinkan mereka untuk melakukan transaksi secara privasi. Anonimitas transaksi Bitcoin bekerja dengan menyamarkan identitas pemilik Bitcoin dengan menggunakan alamat Bitcoin yang unik. Setiap pemilik Bitcoin memiliki alamat yang terdiri dari string kode panjang dalam wallet yang tidak terkait dengan identitas pribadi mereka. Anonimitas ini dalam kondisi ekstrem bisa mencegah pemblokiran atau sensor oleh otoritas sentral.

Efisiensi dimungkinkan dengan teknologi blockchain menyediakan ruang transaksi peer to peer (P2P) secara langsung, sehingga tidak perlu adanya pihak ketiga yang mengintermediasi dan memungut bayaran besar dari transaksi tersebut. Transaksi tanpa intermediasi ini dapat mengurangi biaya transaksi dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi.

Keunggulan-keunggulan itulah yang menjadi tokenomic Bitcoin bila dibandingkan mata uang fiat. Selain sebagai pionir alat transaksi blockchain, kelahiran Bitcoin juga secara tidak langsung membangkitkan gairah untuk mengekspokrasi manfaat blockchain yang pertama kali dikembangkan pada awal 1990-an tersebut.

Beli Pizza Pakai Bitcoin

Sejak pertama kali dikembangkan oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta, pengembangan teknologi blockchain terbilang mati suri. Tak ada inovasi yang berarti selama hampir dua dekade. Seturut tujuan pengembangan awalnya, blockchain semata digunakan untuk menyimpan dan menjamin integritas dokumen digital.

Setelah kelahiran Bitcoin, utilitas blockchain mulai dieksplorasi lebih jauh. Banyak proyek-proyek anyar yang memanfaatkan teknologi pencatatan ledger ini untuk berbagai bidang, dari mulai menerbitkan token kripto, menciptakan smart contract seperti yang dilakukan Ethereum, platform non-fungible token (NFT), pengelolaan supply chain, penerbitan ID digital, hingga merancang ‘parachain’ seperti yang dikerjakan Polkadot.

Dari segi keekonomian, prospek Bitcoin ini terbilang menarik. Salah satu kisah paling terkenal tentang betapa menjanjikannya cuan yang dapat diperoleh holder Bitcoin adalah hikayat Pizza Day. Pizza Day adalah perayaan anekdotal tentang peristiwa pertukaran Bitcoin dengan pizza terjadi pada tanggal 22 Mei 2010.

Saat itu, seorang pengembang perangkat lunak bernama Laszlo Hanyecz menukar 10.000 Bitcoin untuk membeli dua pizza di Florida, Amerika Serikat (AS). Pada saat itu, nilai Bitcoin masih sangat rendah dan tidak banyak orang yang mengetahui atau mempercayai mata uang digital tersebut. Namun, sejak saat itu, Bitcoin telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

Dalam kurs hari ini, nilai dua pizza yang dibeli dengan Bitcoin tersebut setara dengan $176,5 juta dolar AS atau Rp2,6 triliun!

Setelah Pizza Day, Bitcoin mengalami ledakan kenaikan harga sangat signifikan. Tercatat beberapa kali Bitcoin telah mengalami kenaikan mendekati bahkan di atas 1.000%. Berdasarkan data yang tercatat di CoinMarketCap, harga Bitcoin naik nyaris 1.000% dari di bawah $100 pada pertengahan tahun menjadi $1.000 di akhir tahun. Pada akhir tahun 2017, harga Bitcoin naik hampir 2.000% secara tahunan dari di bawah $1.000 pada awal tahun, menjadi nyaris $20.000.

Harga Tertinggi Bitcoin

Terakhir kali Bitcoin naik hingga mencapai harga jual tertinggi sepanjang sejarah alias all time high (ATH) pada 11 November 2021 dengan harga $69.045 per keping, sebelum kemudian turun sekitar 75% di awal 2023.

Grafik harga Bitcoin sejak tercatat di pertengahan tahun 2013 (Sumber: CoinMarketCap)

Dari segi kredibilitas, Bitcoin terbilang diperhitungkan. Investor kawakan seperti Robert Kiyosaki dan Michael Novogratz memiliki portofolio investasi Bitcoin. Edward Snowden, tokoh publik yang jadi pembocor dokumen intelijen AS juga memiliki koin Satoshi. Beberapa perusahaan besar seperti Tesla, MicroStrategy, dan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) juga punya portofolio Bitcoin meskipun kondisi investasi mereka saat ini sedang berdarah-darah. Walau begitu, kepercayaan terhadap Bitcoin masih tinggi di kalangan investor institusional. Belakangan Fidelity Investment, firma investasi raksasa di AS juga membuka penawaran portofolio dana pensiun Bitcoin bagi para kliennya. Perusahaan investasi lain, Ark Investment, mengucurkan dana investasi tambahan kepada bursa kripto terbesar kedua, Coinbase, meskipun harga saham bursa tersebut telah anjlok 90%.

Bagaimanapun, Bitcoin telah berhasil menciptakan sejarah dan mendorong adopsi teknologi blockchain dan semangat desentralisasi ke tahap perkembangan yang lebih maju. Sejarah 14 tahun perjalanan Bitcoin masih akan berlanjut dengan ukjran pencapaian-pencapaian historis baru di tahun-tahun yang akan datang, sejauh eksistensi Bitcoin masih dipertahankan oleh node-node komunitas yang menghidupinya.

Selamat ulang tahun ke-14, Bitcoin!