Portalkripto.com — Baru-baru ini, jagat kripto dihebohkan oleh kabar listing Pi Network (PI) di dua bursa, Huobi dan XT.com. Kabar yang semula disambut positif oleh pengguna platform Pi Network, berujung dengan kebingungan yang dipicu skandal saling klaim oleh bursa dan pengembang.
Kontroversi listing Pi Network ini bermula dari pengumuman yang diunggah Huobi Global dan XT.com pada 29 Desember 2022. Saat itu, kedua bursa kripto tersebut kompak mengumumkan listing tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract Pi di bursa mereka.
It’s Competition Time! 😍🤞🏻https://t.co/x3toxzq339 and @PiCoreTeam will jointly hold a two-week trading competition with a reward pool of 5,000 USDT. 💰
⏰ Time: 09:00 on December 29, 2022 – 09:00 on January 12, 2023 (UTC)
Details:⤵️https://t.co/UVVz7FYzGH pic.twitter.com/cgMaNkJdlE
— XT.com ExchangeSebutan untuk situs web di mana kamu dapat membeli dan menjual aset kripto. (@XTexchange) December 29, 2022
Huobi dan XT.com Saling Klaim
Pengumuman tersebut disambut riuh di kalangan komunitas kripto yang kebetulan mengoleksi koin PI. Harga tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract PI pun melambung dari pembukaan sekitar $13 hingga menyentuh $330 atau naik 2.500% sehari kemudian, berdasarkan data CoinMarketCapSitus web pelacakan harga yang paling direferensikan di dunia untuk aset kripto.
Tapi euforia itu tak berlangsung lama. Harga PI langsung rontok di bawah $13 setelah menyentuh titik pucuk. Perlahan PI naik kembali ke area di atas $280 sebelum kembali turun secara perlahan.
Grafik harga yang menyerupai pergerakan yoyo ini dipicu klaim tim pengembang Pi Network yang mengatakan bahwa proses listing berjalan tanpa persetujuan dan keterlibatan pihak Pi Network.
Pengembang juga meminta pemilik tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract untuk tidak terlibat dalam jual beli tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract Pi yang ada di bursa dan menyatakan bahwa tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract PI saat ini berada dalam periode ‘Enclosed Network’.
Pi Network melarang secara eksplisit perdagangan tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract dan menyebut aktivitas tersebut sebagai tindakan pelanggaran terhadap kebijakan Pi. Mereka juga meminta agar bursa yang sudah melakukan listing untuk mendelisting tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract PI.
“Penting untuk menegaskan kembali bahwa Pi saat ini berada dalam Enclosed Network dan [PI] tidak disetujui oleh Pi Network untuk listing di bursa mana pun maupun untuk perdagangan, dan Pi Network tidak terlibat dengan postingan atau listingan yang diklaim ini,” kata Pi Network.
Setelah Pi Network mengeluarkan pernyataan, Huobi dan XT.com tampak tidak menggubris pengumuman tersebut. TokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract tersebut masih diperdagangkan di kedua bursa.

Dua platform database pasar kripto, CoinMarketCapSitus web pelacakan harga yang paling direferensikan di dunia untuk aset kripto dan CoinGecko ikut mengeluarkan disclaimer peringatan di laman Pi Network. Keduanya menyebut bahwa mainnet PI belum diluncurkan dan valuasi harga yang diberikan berdasarkan nilai IOU atau harga koin terutang dari sebuah tokenAset Crypto yang dibangun pada Blockchain sebuah Coin berupa Smart Contract belum meluncurkan mainnet.
“Terdapat laporan yang mempertanyakan legitimasi Pi Network. Harap diperhatikan bahwa mainnet belum diluncurkan dan harga yang ditampilkan di bawah untuk bursa tertentu mencerminkan nilai IOU dan mungkin tidak dapat ditransfer antar bursa.” demikian peringatan CoinMarketCapSitus web pelacakan harga yang paling direferensikan di dunia untuk aset kripto