Skenario Harga Bitcoin Setelah Tertolak di Level $112 Ribu

Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin menutup pekan dengan kenaikan sekitar 2,67%, namun level $112 ribu masih menjadi titik krusial.
  • Trader memperingatkan potensi koreksi ke $106.700, bahkan skenario terburuk ke $87.000.
  • Pasar menanti data ekonomi penting AS (PPI & CPI) dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
  • Institusi kembali rotasi ke BTC, tetapi whale besar terus mengurangi kepemilikan lebih dari 100.000 BTC.

 

Bitcoin berhasil menutup pekan pekan dengan keuntungan sekitar  2,67%. Meski demikian, level $112 ribu masih menjadi titik penting bagi pergerakan BTC selanjutnya.

Trader crypto CrypNuevo menyoroti area level BTC saat ini masih belum aman. Ia mencatat bahwa harga $106.700 bisa menjadi level downside yang krusial apabila ditilik dari sisi analisis order book bursa.

“Jika level terendah range sebelumnya tetap menjadi resistance, harga bisa mencoba menyentuh area likuidasi di $106,7 ribu,” tulisnya di X pada Minggu, 7 September 2025.

Source: CrypNuevo/X

Saat ini, perhatian tertuju pada seberapa jauh BTC/USD bisa jatuh jika terjadi fase kapitulasi. Level $100.000 dipandang sebagai batas bawah, dengan Fibonacci retracement menunjukkan kemungkinan retest di area itu sebagai skenario terburuk.

Sementara itu, kanal analitik Coin Signals memperingatkan target bawah yang lebih mengkhawatirkan, yakni koreksi 30% dari puncak lokal $124.000, yakni ke harga $87.000.

BACA JUGA: Grafik Mingguan Bitcoin Ditutup Positif, Bagaimana Skenario Selanjutnya?

“Berdasarkan pola koreksi siklus dan waktu yang dibutuhkan dari puncak lokal ke level terendah, BTC bisa turun 30% dari $124 ribu, dengan titik bawah di akhir September atau awal Oktober,” tulisnya.

Source: Coin Signals/X

Menyambut Pengumuman Data Ekonomi Penting AS

Pekan ini akan dirilis data ekonomi penting AS: Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI). Inflasi menunjukkan tren naik, sementara pasar tenaga kerja mulai melemah. Hal ini merupakan kombinasi yang menjadi masalah bagi The Fed.

Meski begitu, pasar sudah yakin arah kebijakan berikutnya adalah pemangkasan suku bunga. Data dari CME Group’s FedWatch Tool menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC September sudah sepenuhnya diperhitungkan. Bahkan ada peluang pemangkasan lebih besar dari standar 0,25%.

Kondisi ini berbeda dengan bank sentral global lain yang sudah menurunkan suku bunga beberapa kali sepanjang 2025.

“ECB dan Bank of England masing-masing memangkas suku bunga 4 dan 3 kali tahun ini. Bank of Canada dan SNB sudah 2 kali memangkas, bahkan SNB jadi bank sentral besar pertama yang menurunkan kembali ke 0%,” tulis The Kobeissi Letter.

Sementara itu, The Fed belum melakukan pemangkasan sama sekali, sehingga kebijakan moneter AS dianggap berjalan di jalurnya sendiri.

Kekhawatiran resesi juga menguat, dengan indikator seperti penurunan belanja konstruksi yang disebut Kobeissi sebagai sinyal resesi kunci.

Institusi Kembali Rotasi ke Bitcoin

Hype tentang rotasi modal institusi dari Bitcoin ke Ethereum tampaknya mulai mereda. Data Bitwise menunjukkan produk investasi berbasis BTC (ETP) mencatat arus masuk $444 juta dalam lima hari hingga 5 September, berlawanan dengan ETP ETH yang justru mencatat arus keluar $900 juta lebih.

BACA JUGA: 3 Isu Fundamental yang Bisa Mendorong Harga Dogecoin Melejit

Hal serupa terlihat pada ETF spot di AS. Sepanjang pekan lalu, ETF spot BTC mencatat net inflow sekitar $250 juta, sementara ETF spot ETH mengalami net outflow lebih dari $750 juta.

Whale Bearish Kembali Tekan Pasar

CryptoQuant melaporkan whale besar kembali mengurangi eksposur BTC. Dalam 30 hari terakhir, cadangan whale turun lebih dari 100.000 BTC — penurunan terbesar sejak pertengahan 2022.

Bitcoin whale balance data. Source: CryptoQuant

Tren ini mencerminkan risk aversion tinggi dari investor besar dan berpotensi terus menekan harga dalam beberapa pekan ke depan.

Rasio Taker Buy/Sell Jadi Alarm Baru

Pasar futures BTC di Binance kini dalam sorotan karena likuiditas terus menurun. Indikator Taker Buy/Sell Ratio — rasio volume beli terhadap volume jual — menunjukkan pola lower lows meski harga naik. Menurut CryptoQuant, pola ini mirip dengan fase koreksi di bull market 2021.

Jika likuiditas tak segera pulih meski ada banyak katalis positif, kondisi pasar bisa semakin genting.

Sejak diluncurkan 2019, pasar futures BTC di Binance sudah mencatat volume lebih dari $700 triliun — lima kali lebih besar dari kapitalisasi gabungan saham dan obligasi global.