Solana: Rp. 2.225.015 | 24h: 0.27%Bitcoin: Rp. 1.508.122.847 | 24h: -0.1%Ethereum: Rp. 52.132.272 | 24h: 1.01%XRP: Rp. 33.774 | 24h: -0.18%Tensor: Rp. 1.751 | 24h: 11.25%Terra: Rp. 2.826 | 24h: -14.1%Hifi Finance: Rp. 1.984 | 24h: 0%Hyperliquid: Rp. 489.460 | 24h: 3.71%
Lihat Market

Stablecoin Tether Capai 500 Juta Pengguna, Jadi Tonggak Inklusi Keuangan Terbesar

Share :

Ringkasan Berita:

  • Tether (USDT) mencapai 500 juta pengguna, disebut sebagai pencapaian inklusi keuangan terbesar oleh CEO Paolo Ardoino.
  • Tether mengklaim angka tersebut mewakili “500 juta orang sungguhan”, bukan hanya jumlah dompet kripto aktif.
  • Film dokumenter berdurasi 10 menit dirilis untuk menyoroti adopsi USDT di Kenya, di mana stablecoin digunakan bukan untuk spekulasi, tetapi untuk bertahan hidup.
  • Dengan kapitalisasi pasar $182,4 miliar, Tether menguasai 58,4% pangsa pasar stablecoin dan tengah menjajaki pendanaan hingga $20 miliar dengan valuasi $500 miliar.

 

Stablecoin berbasis dolar AS, Tether (USDT), telah mencapai 500 juta pengguna pada Selasa, 21 Oktober 2025, menjadikannya salah satu instrumen keuangan alternatif terbesar bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari sistem perbankan tradisional.

CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut capaian tersebut sebagai “kemungkinan pencapaian inklusi keuangan terbesar dalam sejarah,” dalam unggahannya di X (Twitter).

Menurut Ardoino, angka 500 juta itu mewakili “orang sungguhan,” bukan hanya jumlah dompet kripto, yang berarti stablecoin ini telah digunakan oleh sekitar 6,25% populasi dunia.

Data dari World Bank Group mencatat masih ada sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia yang tidak memiliki akses ke rekening bank. Dalam konteks ini, kripto muncul sebagai salah satu solusi potensial — siapa pun yang memiliki ponsel dapat mengunduh dompet kripto untuk menerima dan menyimpan uang dengan aman.

Selain itu, aset digital seperti USDT juga menjadi penyelamat bagi mereka yang tinggal di negara dengan inflasi tinggi atau risiko penyitaan dana oleh otoritas.

BACA JUGA: Analisa Bitcoin: Antisipasi Short Squeeze di Tengah Volatilitas dan Rilis CPI AS

Untuk merayakan tonggak bersejarah ini, Tether merilis film dokumenter berdurasi 10 menit yang menyoroti adopsi USDT di Kenya, di mana masyarakat menggunakan stablecoin bukan untuk investasi, melainkan sebagai alat bertahan hidup.

Ardoino menyebut bahwa 37% pengguna USDT menjadikan stablecoin ini sebagai penyimpan nilai (store of value). Film tersebut juga memperlihatkan bagaimana pelaku usaha kecil di Kenya menggunakan USDT untuk membayar impor di tengah melemahnya nilai tukar shilling Kenya, menjadikan stablecoin ini sebagai penopang kelangsungan bisnis mereka.

Dominasi Pasar dan Rencana Ekspansi

Berdasarkan data CoinGecko, Tether masih menjadi stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai $182,4 miliar, menguasai 58,4% pangsa pasar. Di posisi kedua ada Circle’s USDC dengan nilai kapitalisasi sekitar $76,8 miliar.

Bulan lalu, Tether juga dilaporkan sedang bernegosiasi dengan investor untuk menghimpun dana hingga $20 miliar dengan valuasi sekitar $500 miliar. Jika kesepakatan itu terjadi, Tether akan menjadi salah satu perusahaan swasta paling bernilai di dunia.

Kesepakatan ini dikabarkan akan dipimpin oleh perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald sebagai penasihat utama.