Teknik Investasi Dollar-Cost Averaging (DCA) Bagaimana Menggunakannya di Pasar Kripto?

Share :

Portalkripto.com — Aset kripto menjadi salah satu instrumen investasi yang sudah diakui dan memiliki nilai. Perkembangan mata uang digital berbasis blockchain (cryptocurrency) tersebut semakin hari semakin berkembang.

Latar belakang teknologi menjadi pondasi dasar dan senjata utama dalam pembaharuan utilitas yang disuguhkan oleh suatu aset kripto.

Meskipun menuai pro dan kontra, pengembangan aset ini tidak terhalang oleh isu-isu negatif dan selalu menghadirkan invoasi.

Beberapa negara seperti El Savador dan Brazil sudah melegalkan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah. Sebagian negara menganggap aset kripto sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan tetapi tidak dilegalkan sebagai alat bayar, seperti Australia, Kanada, dan indoensia.

Penyesuaian terhadap regulasi mengenai aset kripto masih terus mengalami perbaharuan. Khusus di Indonesia, legalisasi aset kripto sebagai komoditas tertuang pada Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal 24 September 2018.

Berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), transaksi kripto mencapai Rp 859,4 triliun pada 2021. Nilai tersebut meningkat 1.222,84% dibandingkan tahun 2020.

Jumlah investor kripto mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat 11,2 juta investor pada tahun 2021, dan 12,4 juta investor pada Februari 2022, bertambah 532.102 investor sejak akhir 2021.

Pelaku pasar kripto terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai trader dan investor. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah waktu perdagangan.

Trader memiliki jangka waktu lebih pendek dalam melakukan perdagangan di pasar kripto, dan investor melakukan perdagangan dengan periode waktu yang lebih panjang seperti satu tahun atau lebih.

Strategi merupakan hal wajib yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perdagangan di pasar kripto. Baik itu trader atau investor, hal tersebut merupakan faktor penting yang harus dilakukan.

Melakukan perdagangan di pasar kripto terbilang high risk, karena volatilitas harga pada suatu aset kripto masih terbilang extreme.

Dollar Cost Averaging (DCA)

Salah satu strategi yang paling digemari oleh investor dan paling cocok untuk pemula adalah Dollar-Cost Averaging (DCA). Singkatnya, DCA adalah strategi dengan melakukan pembelian aset kripto secara berkala dan sistematis dengan jumlah tertentu.

Strategi ini dinilai cocok dengan kriteria pasar kripto yang memiliki volatilitas tinggi. Selain itu, penerapan strategi ini membantu investor untuk mengontrol risiko dan keuangan mereka, serta menghindari lump sum.

Lump sum adalah salah satu jenis pembayaran yang dilalukan oleh seseorang. Pembayaran yang dilakukan tersebut berjumlah besar dan dilakukan dalam satu kali transaksi. Contohnya, seperti seseorang membeli suatu aset kripto pada satu titik harga tertentu dengan nominal besar atau bahkan menggunakan seluruh uangnya.

Kapan Waktu Tepat Untuk DCA ?

Banyak investor yang tidak terlalu menghiraukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan strategi DCA. Menurut Fred McAllen dalam bukunya yang berjudul “Charting and Techincal Analysis”, waktu terbaik untuk memulai DCA adalah pada saat harga suatu aset sedang berada dibawah.

Menurut Fred, waktu terbaik untuk melakukan DCA adalah pada saat harga dibawah, dengan begitu investor akan mendapatkan harga rata-rata yang bagus. Apabila investor memulai pada saat harga tinggi, dan terus melakukan pembelian rutin saat harga turun, maka investor akan mengalami kerugian kurang lebih selama dua tahun.

Dengan kata lain, winter season kripto saat ini adalah momen yang cocok untuk melakukan strategi DCA.

Contoh Ilustrasi Penggunaan DCA

Andi merupakan salah satu karyawan swasta yang tertarik untuk melakukan investasi di kripto. Dia merencakan akan mengalokasikan gajinya secara rutin sebesar 10% atau $100 untuk melakukan pembelian Bitcoin.


Tabel Ilustrasi DCA by: Arli Fauzi

Tabel diatas menunjukan bahwa Andi melakukan pembelian rutin perbulan selama sebelas bulan. Dari data tersebut didapatkan harga rata-rata pembelian berada pada $25.542, dengan total pembelian sebesar $1.100, dan total aset sebanyak 0,0430669 BTC.

Bayangkan jika Andi menggunakan semua uangnya dalam satu pembelian (lump sum). Misalkan Andi melakukan pembelian dengan cara lump sum pada bulan Januari-Mei, maka Andi akan mengalami kerugian yang lebih dalam karena penurunan harga pada bulan Juni-November.

Dengan menggunakan teknik DCA, Andi dapat memanfaatkan penurunan harga untuk mendapatkan lebih banyak Bitcoin dan mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah.

Keuntungan DCA di Pasar Kripto

Menggunakan teknik DCA dengan melakukan pembelian di bursa sentral (exchange) kripto seperti Bitget, Binance, dan Bybit menjadi keuntungan tersendiri bagi investor.

Selain sebagai tempat untuk melakukan perdagangan jual-beli aset kripto, beberapa exchange memiliki utilitas lain seperti menyajikan program earn yang bisa memberikan pengembalian berupa bunga seperti saving, staking, farming, dll.

Berikut adalah interest dan tier rate dari flexible saving program di Bitget, Binance, dan Bybit :


Flexible Saving Interest by: Arli Fauzi

Menggunakan teknik DCA sebagai strategi investasi dengan melakukan pembelian di exchange yang memiliki program seperti tabel diatas merupakan salah satu keunggulan investasi di pasar kripto.

Investor akan mendapatkan passive income dengan cara menyimpan aset yang sudah dibeli pada program earn yang ada pada exchange.

Tidak semua exchange dan aset kripto menyediakan program tersebut. Maka tugas investor adalah melakukan research terlebih dahulu dalam memilih exchange dan aset yang akan dipilih untuk menjalankan strategi DCA.