Tren Penjualan Bitcoin oleh Penambang Turun

Share :

Portalkripto.com — Data on-chain yang diungkap analis exchange kripto Bitfinex menunjukkan, jumlah Bitcoin yang ditransfer dari alamat wallet penambang ke exchange telah menurun. Hal ini diduga karena para penambang telah cukup mendulang untung dari kenaikan harga BTC ke level $23.000.

“Aksi jual penambang ada di titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Penambang menyimpan Bitcoin untuk mengantisipasi kenaikan harga,” ujar Bitfinex, dikutip Coindesk.

Beberapa penambang diketahui mengajukan kebangkrutan tahun lalu dan bahkan harus melikuidasi kepemilikan BTC mereka. Aksi jual penambang tentu berkontribusi cukup besar terhadap tekanan jual di pasar.

Menurunnya aksi jual penambang saat ini menyiratkan tekanan jual yang lebih lemah, umumnya dipandang sebagai sinyal bullish. Data Bitfinex ini diamini oleh data on-chain dari platform analitik Glassnode.

Volume transfer dari penambang ke exchange. (sumber: Glassnode)

Bitcoin sendiri telah menguat hampir 40% bulan ini meskipun masih ada ketakutan akan efek domino dari kebangkrutan FTX, seperti kebangkrutan Genesis pada 19 Januari 2023 lalu. Namun, di hari Genesis menyatakan bangkrut, Bitcoin justru melonjak hingga ke titik psikologis $23.000.

Analis Bitfinex menunjukkan, investor besar atau whale Bitcoin, sudah melakukan akumulasi sejak November dan Desember.

“Akumulasi Bitcoin sebagian besar dipimpin oleh wallet besar (dengan saldo lebih dari $1 juta). Wallet dan pemain besar ini menyerap Bitcoin yang turun harga setelah keruntuhan FTX dan sejumlah peristiwa bearish lainnya,” catat para analis.

Jumlah alamat wallet dengan saldo senilai $1.000 dan $10.000 juga tercatat telah meningkat sejak minggu kedua bulan Januari 2023. Data tersebut menunjukkan investor kecil juga banyak yang baru bergabung membeli Bitcoin.