US Treasurys Ditokenisasi Melejit 50x, Jadi Gerbang Utama DeFi Institusional

US Treasurys
Share :

Ringkasan Berita

  • Lonjakan Pasar: Kapitalisasi pasar US Treasurys yang ditokenisasi melonjak dari di bawah $200 juta pada Januari 2024 menjadi hampir $7 miliar di akhir 2025, mencerminkan pertumbuhan hingga 50x.
  • Peran BlackRock: Produk unggulan BlackRock, BUIDL, menjadi motor utama ekspansi dengan aset kelolaan mendekati $2 miliar dan menawarkan imbal hasil harian berbasis on-chain.
  • Akses Baru Obligasi AS: Tokenisasi memungkinkan investor mengakses surat utang pemerintah AS melalui blockchain, berdampingan dengan produk lain seperti USYC, USTB, dan OUSG.
  • Gerbang DeFi Institusional: Treasury tokenisasi dinilai ideal untuk settlement dan margining, serta menjadi pintu masuk teregulasi institusi ke ekosistem decentralized finance.

 

US Treasurys yang ditokenisasi muncul sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar real-world assets (RWA). Data menunjukkan lonjakan hingga 50 kali lipat dalam waktu kurang dari dua tahun, seiring meningkatnya permintaan institusional terhadap imbal hasil berbasis on-chain.


Apa itu US Treasurys?

US Treasurys adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui
US Department of the Treasury untuk membiayai pengeluaran negara. Instrumen ini dianggap sebagai
salah satu aset paling aman di dunia karena dijamin langsung oleh pemerintah AS.

Apa saja jenis US Treasurys?
  • Treasury Bills (T-Bills): Jangka pendek (4 minggu hingga 1 tahun).
  • Treasury Notes (T-Notes): Jangka menengah (2–10 tahun).
  • Treasury Bonds (T-Bonds): Jangka panjang (hingga 30 tahun).
Contoh US Treasurys

Contoh paling umum adalah US Treasury Bill tenor 6 bulan. Investor membeli T-Bill dengan
harga diskon dan menerima nilai penuh saat jatuh tempo. Selisihnya menjadi keuntungan investor.

Dalam ekosistem kripto, US Treasurys juga hadir dalam bentuk tokenized assets, seperti
BlackRock BUIDL, OUSG dari Ondo Finance, atau USYC dari Circle, yang merepresentasikan
surat utang pemerintah AS dalam bentuk token blockchain.

Bagaimana cara membeli US Treasurys?

1. Secara tradisional

Membeli langsung melalui TreasuryDirect atau lewat bank dan broker investasi yang menyediakan
akses ke pasar obligasi.

2. Melalui ETF atau reksa dana

Investor bisa membeli ETF obligasi AS, seperti ETF berbasis US Treasury, untuk mendapatkan eksposur tanpa
membeli surat utang secara langsung.

3. Melalui US Treasurys yang ditokenisasi


Di dunia kripto, investor dapat membeli token RWA berbasis US Treasury menggunakan stablecoin seperti USDC
di platform yang teregulasi. Produk ini umumnya menawarkan imbal hasil harian dan penyelesaian transaksi
secara on-chain.

Berdasarkan data Token Terminal, total kapitalisasi pasar produk US Treasury atau obligasi pemerintah AS melonjak dari di bawah $200 juta pada Januari 2024 menjadi hampir $7 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan ini menegaskan percepatan adopsi blockchain untuk instrumen utang yang dijamin pemerintah.

Sumber: Token Terminal

Di pusat ekspansi ini terdapat USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) milik BlackRock, yang secara luas dipandang sebagai produk unggulan di pasar Treasury tokenisasi.

Dana berbasis blockchain ini memberikan eksposur ke US Treasury jangka pendek, dengan fitur akumulasi imbal hasil harian serta penyelesaian transaksi on-chain. Data industri menunjukkan bahwa BUIDL telah mengelola aset mendekati $2 miliar.

Selain BUIDL, sejumlah produk lain juga mencuri perhatian, seperti USD Coin Yield (USYC) dari Circle, US Treasury Bill Token (USTB) dari Superstate, serta Ondo Short-Term US Government Bond Fund (OUSG) dari Ondo Finance.

Seluruh produk tersebut menawarkan akses tokenisasi ke utang pemerintah AS melalui struktur dana yang teregulasi, mencerminkan dorongan yang semakin kuat untuk membawa instrumen pendapatan tetap tradisional ke infrastruktur blockchain.

BACA JUGA: UNIfication Lolos Voting, Harga Uniswap Melonjak 2 Digit

Treasury tokenisasi jadi gerbang utama DeFi institusional

Surat utang negara AS (Treasury bills) dinilai sangat cocok untuk ditokenisasi karena menggabungkan keamanan jaminan pemerintah AS dengan efisiensi penyelesaian berbasis blockchain, sekaligus menjadi pintu masuk teregulasi ke ekosistem decentralized finance (DeFi).

Adopsi Treasury tokenisasi oleh institusi keuangan terus meningkat, khususnya untuk kebutuhan settlement dan margining. Lembaga keuangan tradisional mulai memanfaatkan utang pemerintah yang ditokenisasi guna meningkatkan efisiensi modal, tanpa harus melepaskan eksposur terhadap aset berisiko rendah.

DBS, bank terbesar di Asia Tenggara berdasarkan aset, termasuk salah satu institusi besar pertama yang menguji dana tokenisasi, termasuk produk Treasury berbasis blockchain. DBS telah menjalankan uji coba reksa dana pasar uang dan surat berharga pemerintah yang ditokenisasi sebagai bagian dari strategi pemanfaatan aset on-chain untuk manajemen kolateral dan penyelesaian transaksi.

Pertumbuhan Treasury tokenisasi juga berjalan seiring dengan ekspansi aset on-chain lainnya, mendorong evolusi pesat pasar tokenisasi secara keseluruhan. Data dari RedStone menunjukkan bahwa kredit privat (private credit) menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, didorong oleh tingkat imbal hasil yang melampaui instrumen investasi tradisional.