Utang Genesis Capai Rp45 Triliun, DCG Pertimbangkan Jual Aset 

Share :

Portalkripto.com — Broker kripto, Genesis Global Trading, dilaporkan masih memiliki utang ke kreditur sebesar $3 miliar atau sekitar Rp45 triliun. Menurut laporan Financial Times, Kamis, 12 Januari 2022, perusahaan induk Genesis, Digital Currency Group (DCG) tengah mempertimbangkan untuk menjual aset demi menutup utang anak perusahaannya itu.

Artinya, saham DCG di beberapa perusahaan kripto seperti firma data Dune Analytics, Ethereum block explorer Etherscan, exchange kripto Coinbase, hingga penerbit stablecoin USDC Circle, terancam dijual. Nilai portofolio saham DCG diketahui mencapai $500 juta.

Portofolio DCG. (sumber: DCG).

CEO DCG Barry Silbert yang harus ikut putar otak untuk menyelamatkan Genesis, mengatakan, krisis yang dialami anak perusahaannya merupakan efek domino dari keruntuhan perusahaan kripto lain.

Sampai saat ini perusahaan dana lindung kripto, Three Arrow Capital (3AC) masih berutang fiat senilai $447,5 juta dan 4.550 BTC senilai $85 juta ke Genesis, yang jatuh tempo pada Mei 2023. 3AC yang sudah bangkrut pada Juli 2022 lalu, masih menjalani proses kebangkrutan yang sulit karena pendirinya menghilang.

Dana Genesis sebesar $175 juta juga masih tertahan di FTX. Saat itu, DCG langsung menggelontorkan uang sebesar $140 juta kepada Genesis untuk mengganti dana yang tertahan, tapi ternyata Genesis masih membutuhkan banyak uang karena utangnya terus menumpuk.

Setelah exchange FTX bangkrut pada November lalu, Genesis jatuh bangun mempertahankan perusahaan, salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan bank investasi Moelis untuk mencari suntikan modal. Pada 5 Januari lalu, Genesis juga telah melakukan efisiensi biaya operasional dengan merumahkan 30% karyawannya.

DCG ikut menutup satu anak perusahaannya yang bergerak di bidang layanan pengelolaan keuangan, HQ. Perusahaan raksasa ini masih membawahi perusahaan manajemen investasi Grayscale.

Situasi yang dialami DCG dan Genesis telah membuat investor bingung dan mempertanyakan stabilitas serta keberlanjutan kedua perusahaan tersebut. Karena DCG masih mencari pendanaan, kemampuannya untuk membantu Genesis membayar kreditur masih belum pasti.