Volatilitas Bitcoin Rendah, Sinyal Uptrend atau Downtrend?

Share :

Portalkripto.com — Volatilitas Bitcoin (BTC) di pasaran masih terbilang rendah meskipun grafik harga menunjukkan tren kenaikan sejak awal 2023. Berdasarkan laporan Glassnode, volatilitas BTC selama sebulan terakhir turun ke 24,6% yang merupakan titik volatilitas terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Tingkat volatilitas rendah per 9 Januari ini disinyalir bakal menjadi sinyal pergerakan harga BTC ke depan, dengan kemungkinan grafik uptrend maupun downtrend. Berdasarkan siklus sebelumnya, tren volatilitas rendah ini lebih sering diikuti reli uptrend.

Delapan dari total sembilan siklus volatilitas rendah yang tercatat sejauh ini diikuti tren kenaikan harga BTC. Sisanya, satu downtrend tercatat setelah siklus November 2018 saat harga BTC rontok sekitar 50% dalam sebulan dari kisaran $6.380-an ke $3.250-an.

Sementara tren kenaikan yang terjadi termasuk permulaan bull run pada Juli 2020 yang memuncak di November 2021 saat BTC menyentuh ATH, serta reli kenaikan 233% dari $4.200 pada April 2019 hingga menyentuh $14.000 di bulan Juli.

Data historis siklus volatilitas rendah Bitcoin (Sumber: Glassnode).

Tren volatilitas rendah ini tak cuma berlaku buat BTC. Sejumlah major coin yang beredar di pasaran juga mengalami hal serupa. Ether (ETH), altcoin kripto terbesar, mencatatkan tren volatilitas bulanan yang rendah.

Catatan Glassnode, realisasi volatilitas bulanan ETH turun menjadi 39,8%. Berbeda dengan BTC yang sudah mengalami sembilan kali siklus, ETH baru terjadi dua kali. Siklus pertama terjadi pada November 2018 yang diikuti downtrend hingga 58%. Sementara yang kedua terjadi setelah Juli 2020 yang diikuti uptrend.

“Periode liburan [tahun baru] 2022-23 secara historis sepi, dan kondisi seperti itu jarang bertahan lama. Peristiwa masa lalu di mana volatilitas BTC dan ETH serendah ini telah mendahului lingkungan pasar yang sangat fluktuatif,” demikian kata Glassnode

Rendahnya tingkat volatilitas BTC selama sebulan terakhir ini sejalan dengan melemahnya minat masyarakat untuk melirik kripto terpopular di dunia tersebut. Pembukaan alamat wallet Bitcoin baru mengalami penurunan selama 30 hari terakhir setelah sebelumnya sedikit naik sejak akhir Oktober hingga awal Desember.

Total nilai transaksi yang diproses oleh jaringan Bitcoin juga terjun bebas, menyamai volume sebelum masa bull run pada 2022. Volume transfer harian yang sebelumnya mencapai $40 miliar pada kuartal tiga (Q3) 2022, turun menjadi hanya $5,8 miliar. Penurunan dipicu melemahnya transaksi investor institusional bersaldo di atas $10 juta. Sebelum kejatuhan FTX pada November 2021, transfer BTC di atas $10 juta mencapai 42,8%. Kini, jumlahnya menyusut menjadi hanya 19%.

“Hal ini menunjukkan jeda yang signifikan dalam aliran modal berukuran institusional, dan mungkin terjadi goncangan kepercayaan yang serius di antara kelompok ini.” kata Glassnode.

Dari segi inflow, volume aliran masuk Bitcoin yang diperdagangkan di seluruh bursa saat ini berjumlah antara $350 juta dan $400 juta per hari. Angka ini jauh dari level puncak inflow $3,5 miliar yang sempat terlihat di pertengahan 2021.

Dominasi inflow Bitcoin juga mulai diganggu ETH. Sebelumnya, Bitcoin menguasai 70% inflow gabungan BTC dan ETH. Namun sejak Mei 2021, porsi inflow ETH bertambah dari 30% menjadi 42% hingga hari ini. Tren ini menunjukkan bahwa minat pelaku pasar untuk memperdagangkan ETH meningkat dalam satu setengah tahun terakhir, sementara minat terhadap BTC mengalami penyusutan.

Grafik inflow BTC dan ETH ke bursa (Sumber: Glassnode).

Tren Harga Pasar Terkini

Berdasarkan data CoinMarketCap, BTC dan ETH kini sama-sama memperlihatkan grafik tren harga positif. Selama tiga hari terakhir, harga BTC telah naik 3% dari kisaran $16.950-an menjadi $17.450-an. Sedangkan ETH yang bakal melakukan Shanghai Upgrade pad Maret mendatang naik 5,5% dari $1.265-an ke 1.335-an. Kapitalisasi pasar kripto juga telah naik sebesar $30 miliar dari $824 miliaran pada 8 Januari menjadi $855 miliaran.

Grafik pergerakan harga Bitcoin tiga hari terakhir (Sumber: CoinMarketCap).

Grafik uptrend juga telah diperlihatkan sejumlah altcoin dalam beberapa hari terakhir. Koin kripto proyek liquid staking derivativs (LSD) dan Artificial Intelligence (AI) termasuk di antara yang menonjol dengan peningkatan harga dua digit dalam sepekan terakhir. Beberapa token kripto lain yang mencatatkan kenaikan dua digit termasuk Cardano, Solana, Aptos, Gala, Decentraland, The Sandbox, dll.