Wallet Pengembang Bitcoin Ini Diretas Meski Pakai Kunci Ganda

Share :

Portalkripto.com — Salah satu pengembang inti Bitcoin (BTC), Luke Dashjr, mengejutkan komunitas kripto di Twitter usai mengungkapkan bahwa ia telah kehilangan lebih dari 200 BTC di wallet-nya. Dashjr menjadi korban peretasan di malam tahun baru, Sabtu, 31 Desember 2022.

Dalam sebuah utas yang ditulis Senin, 2 Januari, ia mengatakan, peretas berhasil membobol wallet pribadinya yang telah dilindungi oleh kunci ganda. Wallet Dashjr menggunakan Pretty Good Privacy (PGP) key, sistem keamanan yang menggunakan dua kunci ganda untuk mengaksesnya.

Di utas itu, ia juga mengungkap sebuah alamat wallet yang diduga milik peretas. Pada 31 Desember, tercatat ada empat transaksi penerimaan 216,93 BTC ke wallet tersebut senilai $3,6 juta.

Dashjr sendiri mengaku bingung mengapa wallet-nya masih bisa diretas meski menggunakan PGP. Ia bahkan berusaha meminta bantuan.

Dashjr mengatakan, ia baru menyadari wallet-nya benar-benar diretas setelah mendapatkan email pemberitahuan dari Coinbase dan Kraken terkait adanya upaya login.

Komunitas menduga peretasan ini berkaitan dengan cuitan Dashjr pada 17 November lalu yang menyebutkan bahwa sistem servernya telah disusupi oleh malware. Seorang pengguna Reddit, SatStandard mengatakan, sepertinya Dashjr tidak benar-benar mengindahkan malware tersebut.

“Ia menyimpan hot wallet di komputer yang sama dengan yang sering ia pakai untuk melakukan hal lain,” ujarnya.

Namun, ada pula yang menduga hilangnya BTC itu bukan aksi peretasan, melainkan aksi ‘boating accident’. Boating accident biasanya dilakukan oleh orang-orang yang pura-pura kehilangan kripto untuk menghindari pajak.

Insiden ini dikomentari oleh bos Binance Changpeng Zhao (CZ). Ia menyatakan ikut prihatin dan siap memberikan bantuan apapun.

“Saya prihatin dengan kehilangan yang begitu banyak. (Saya sudah) menginformasikan tim keamanan kami untuk memantau. Jika dana itu masuk ke kami, kami akan membekukannya. Jika ada hal lain yang dapat kami bantu, beri tahu kami. Kami sering berurusan dengan ini, dan kami memiliki lembaga Law Enforcement (LE) di seluruh dunia,” tulis CZ di Twitter.

Ia mengambil kesempatan dari insiden ini untuk mematahkan semangat self-custody yang sempat riuh sejak exchange FTX bangkrut. Sebelumnya, CZ pernah mengatakan bahwa 99% investor yang menyimpan kripto secara self-custody akan kehilangan asetnya.

“Sedih mengetahui seorang pengembang inti Bitcoin saja bisa kehilangan lebih dari 200 BTC. Self-custody memiliki risikonya sendiri,” ujarnya.