Ringkasan:
Pasar derivatif menunjukkan skeptisisme terhadap kemampuan Bitcoin mempertahankan tren bullish meski The Fed mulai menambah likuiditas.
Opsi call BTC $100,000 mengindikasikan 70% probabilitas harga tetap di bawah level tersebut hingga 30 Januari.
Keputusan The Fed untuk membeli obligasi jangka pendek senilai $40 miliar menandai perubahan kebijakan yang signifikan.
Investor masih berhati-hati karena ketidakpastian ekonomi, data inflasi terbatas, dan reaksi Bitcoin yang tidak sekuat saham terhadap kebijakan moneter longgar.
Pasar derivatif Bitcoin menunjukkan meningkatnya keraguan bahwa aset kripto terbesar itu mampu mempertahankan momentum bullish, meskipun Federal Reserve mulai beralih pada kebijakan moneter yang lebih longgar.
Kondisi ekonomi global yang belum pasti, serta performa Bitcoin yang tertinggal dibanding emas, membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,75%, sesuai ekspektasi. Namun, pernyataan Jerome Powell bernada hati-hati, menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja serta inflasi yang masih tinggi.
Dua anggota komite bahkan menginginkan suku bunga tetap 4%, menunjukkan perbedaan pandangan yang jarang terjadi.
Yang lebih signifikan adalah langkah The Fed untuk kembali membeli obligasi pemerintah jangka pendek guna menjaga likuiditas.
Program awal senilai $40 miliar ini menandai perubahan besar dari kebijakan pengetatan neraca sejak 2022. Peningkatan likuiditas ini memberi ruang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit dan mendorong investasi.
Opsi Bitcoin Tunjukkan Peluang 70% BTC Tetap di Bawah $100.000
Bitcoin saat ini diperdagangkan di level $90,000, turun sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya pasar sempat optimis ketika Bitcoin mampu menembus level $94 ribu pada 10 Desember 2025. Namun, level tersebut justru menjadi titik likuidasi bagi sebagian besar investor.
BACA JUGA: Bitcoin Kembali Tembus $94 Ribu, Namun Likuiditas Masih Beri Sinyal Waspada
Semntara itu, data dari model Black & Scholes menunjukkan bahwa opsi call $100.000 BTC yang berakhir 30 Januari memberikan probabilitas 70% Bitcoin akan berada di bawah $100.000 pada tanggal tersebut.
- Premi untuk opsi call tersebut kini $3.440, jauh turun dari $12.700 sebulan lalu.
- Jika harga BTC tidak melewati $100.000, opsi akan kedaluwarsa tanpa nilai.
- Namun, potensi keuntungan tetap tidak terbatas jika BTC menembus level tersebut.

Waktu kedaluwarsa opsi Januari ini jatuh dua hari setelah rapat FOMC 28 Januari, yang masih menyisakan ketidakpastian pasar. Berdasarkan CME FedWatch, hanya 24% peluang suku bunga kembali dipotong.
Saham Diuntungkan, Bitcoin Belum
Sikap moneter longgar The Fed langsung menguntungkan pasar saham melalui biaya modal yang lebih rendah dan pembiayaan konsumen yang lebih mudah. Namun, respons Bitcoin lebih kompleks.
- Yield obligasi AS 5 tahun turun ke 3,72%, dari 4,1% enam bulan sebelumnya.
- Dalam periode yang sama, S&P 500 naik 13%.
- Kekhawatiran terhadap lonjakan utang pemerintah AS memicu kecenderungan memilih aset berkelangkaan relatif tinggi, seperti saham.
Sementara itu, pasar masih mencari pemicu konkret yang dapat mendorong reli Bitcoin, terutama karena volatilitas di sektor teknologi dan AI dapat membuat investor mengurangi eksposur ke saham.
Kesimpulan
Untuk saat ini, pelaku pasar besar dan market maker tetap skeptis bahwa Bitcoin dapat mempertahankan kenaikan menuju $100.000, meskipun kondisi makro mulai lebih mendukung.
Ketidakpastian ekonomi dan performa Bitcoin yang kalah dari emas membuat sentimen pasar tetap berhati-hati.


