Aset Kripto Senilai $1,97 Miliar Raib Dijarah Peretas Sepanjang 2022

Share :

Portalkripto.com — Meskipun pasar kripto dan aset andalannya Bitcoin (BTC) berjuang keras sepanjang paruh pertama tahun 2022, sebuah penelitian menunjukkan bahwa dalam periode tersebut terjadi peningkatan yang besar dalam aktivitas kriminal atau peretasan.

Menurut data yang dianalisis oleh tim Atlas VPN, penjahat di dunia maya menjarah sekitar $1,97 miliar dari 175 peretasan proyek kripto pada semester 1 tahun 2022. Tercatat ekosistem Ethereum menderita paling parah dengan nilai kerugian lebih dari $1 miliar dalam 32 peristiwa peretasan.

Aksi pencurian paling besar yang terjadi di ekosistem Ethereum adalah serangan terhadap Ronin, sebuah sidechain Ethereum yang dirancang untuk permainan blockchain play-to-earn yang populer Axie Infinity (AXS). Dalam peretasan itu, Ronin kehilangan lebih dari $600 juta dalam ETH dan USD Coin (USDC).

Berdasarkan analisis Slow Mist Hacked, setelah Ethereum, di tempat kedua adalah jaringan blockchain Solana (SOL).

Solana menderita kerugian $383,9 juta dalam lima kali pembobolan, dimana yang terbesar dialami oleh platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) Wormhole.

Di tempat ketiga adalah Binance Smart Chain (BSC), dengan aset yang dicuri mencapai $141,4 juta dalam 47 serangan. Jumlah serangan ini merupakan yang paling banyak di antara semua proyek kripto.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Analisis Pergerakan Harga OGN Sebelum Event Snapshot Berakhir

Sejarah Kehancuran Harga BTC dari 2009 hingga 2022


Peretasan lainnya terjadi pada proyek token non-fungible (NFT) dengan kerugian sekitar $84,6 juta dalam 45 insiden. Sementara exchange aset Crypto dirampok $35,8 juta dalam empat serangan siber dan wallet kripto kehilangan $263.382 dalam kali aksi peretasan.

Jumlah Peretasan Naik 94%

Jumlah peretasan terkait proyek kripto naik hampir dua kali lipat pada semester pertama 2022. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah pencurian aset kripto sebanyak 90 kali. Sedangkan di semester 2022, jumlahnya naik menjadi 175 atau naik sebesar 94%.

Bila dibandingkan per tri wulan, kuartal pertama tahun 2022 terjadi 79 peristiwa peretasan, meningkat 108% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang mencatat 38 insiden. Sementara itu, triwulan II 2022 mencatat 96 serangan naik 85% dibandingkan triwulan II 2022 yang berjumlah 52 kasus.

Bulan Mei menjadi bulan terburuk untuk proyek kripto karena terjadi 37 pembobolan.

Finbold melaporkan pada akhir Juni, bahwa Korea Utara adalah negara nomor satu dalam hal peretasan aset kripto di tahun 2022. Tercatat peretas asal Korut berhasil membobol korbannya dalam 15 kali serangan. Di urutan kedua adalah hacker asal Amerika Serikat dengan 14 kasus terverifikasi yang terlacak.