Portalkripto.com — Hasil audit yang dilakukan oleh perusahaan auditor global Mazars menyimpulkan cadangan Bitcoin (BTC) milik Binance dijamin sepenuhnya. Auditor yang berbasis di Afrika Selatan menyimpulkan rasio cadangan BTC Binance mencapai 101%.
“Pada saat penilaian, Mazars mengamati Binance mengendalikan aset dalam ruang lingkup lebih dari 100% dari total kewajiban platform mereka,” kata Mazars dalam pengumuman.
Binance menjalani verifikasi Proof-of-Reserves (PoR) dan Proof-of-Liabilities pada 22 November 2022. Auditor memverifikasi snapshot total cadangan dan liabilitas mereka untuk menentukan rasio jaminan total kepemilikan aset Bitcoin.
As part of #Binance’s user fund transparency work and Proof of Reserves updates, we're working with digital assets experts at global financial audit, tax and advisory firm, @Mazars_SA.
The first report from Mazars about Binance’s $BTC Proof of Reserves has been published today.
— Binance (@binance) December 7, 2022
Exchange terbesar di dunia berdasarkan volume trading itu sebelumnya telah meluncurkan situs web PoR jelang akhir November lalu untuk meyakinkan para penggunanya setelah keruntuhan FTX. Audit independen Mazars dilakukan untuk memverifikasi kepemilikan cadangan BTC Binance.
Proses audit terhadap Binance ini juga menggunakan skema Pohon Merkle yang menyertakan semua akun pengguna individu. Adapun jumlah BTC yang dimiliki pengguna Binance secara kolektif mencapai 575.742,4228 keping, setara $9,7 miliar atau Rp152 triliun.
Proses audit verifikasi Mazars ini hanya berlaku buat cadangan aset Bitcoin. Cadangan koin-koin lain di exchange, termasuk Ether, belum terverifikasi. Sejauh ini, Binance tercatat memiliki ratusan koin yang dilisting di exchange mereka.
Binance Inisiasi Bukti Cadangan Exchange
Sebagai salah satu exchange terbesar, Binance menjadi salah satu pelaku industri yang menginisiasi pembuktian cadangan aset perusahaan setelah krisis FTX. Binance resmi mengeluarkan mekanisme PoR atau bukti kepemilikan aset berdasarkan Pohon Merkle pada akhir November lalu. Melalui mekanisme ini, pelanggan bisa melakukan verifikasi aset Binance secara mandiri.
PoR merupakan data berisi transparansi kepemilikan aset exchange dan platform kripto lainnya. Fungsi PoR hampir sama dengan annual report yang dirilis oleh perbankan.
Bos Binace, Changpeng Zhao alias CZ menilai PoR ini menjadi elemen penting bagi pelaku industri kripto sebagai salah satu indikator kesehatan perusahaan. Upaya menunjukkan bukti cadangan via PoR dinilai sebagai langkah maju yang juga dapat mengembalikan kepercayaan publik setelah dihantui kekhawatiran akibat krisis FTX.
“Itu [bukti cadangan] benar-benar akan menjadi fokus untuk beberapa waktu ke depan, yang mana itu tepat. Kami telah belajar dari kesalahan kami,” kata bos exchange kripto terbesar di dunia ini saat jadi pembicara di Indonesia Fintech Summit, 11 November 2022.


