Portalkripto.com — Coinbase mengimbau pelanggannya untuk beralih dari stablecoin Tether (USDT) ke USD Coin (USDC). Exchange terbesar kedua di dunia itu menyebut USDC lebih tepercaya dan memiliki reputasi baik.
“Insiden yang banyak terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini telah menguji ketahanan beberapa stablecoin dan kami telah melihat tempat yang aman,” kata Coinbase dalam sebuah tulisan blog yang dirilis pada 8 Desember lalu.
Switch to a trusted stablecoin: USD Coin (USDC). Now convert Tether (USDT) to USDC with zero fees.https://t.co/OObSqNWdpj
— Coinbase (@coinbase) December 8, 2022
Untuk mendukung langkah ini, Coinbase menggratiskan biaya konversi dari USDT ke USDC untuk pelanggan global. Exchange ini juga mengungkapkan bahwa USDC memberikan transparansi melalui audit bulanan yang dilakukan oleh Grant Thornton LLP, salah satu firma pajak terbesar di AS.
“USDC unik karena didukung 100% oleh uang tunai dan obligasi AS yang disimpan di lembaga keuangan teregulasi di AS,” katanya.
Pernyataan ini diduga untuk menyindir Tether (USDT) yang belum mengeluarkan hasil audit penuh meski telah menyatakan stablecoinnya memiliki jaminan yang cukup.
Pembebasan biaya konversi dari USDT ke USDC ini cukup mengejutkan, mengingat pendapatan terbesar Coinbase berasal dari biaya transaksi. Belum lama ini, CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan pendapatan tahunan perusahaannya diperkirakan merosot hingga 50% karena bear market.
Persaingan USDC dan USDT
Promosi Coinbase saat ini diduga bertujuan untuk ‘menyerang’ USDT dan meningkatkan volume perdagangan USDC. Serangan serupa sebelumnya juga pernah dilakukan Binance yang menyetop perdagangan USDC di platformnya dan menggantinya dengan stablecoinnya sendiri, BUSD.
Coinbase memiliki andil dalam perilisan USDC bersama Circle pada 2018. Menurut data CoinMarketCap, USDC saat ini bertengger di posisi kedua stablecoin terbesar kedua di dunia setelah USDT, dengan kapitalisasi pasar $42 miliar.
Namun saat ini USDC masih kalah dari USDT sebagai stablecoin yang paling banyak diperjualbelikan di Coinbase. Volume perdagangan USDT di Coinbase mencapai 5% dari total seluruh volume.
Beberapa hari setelah FTX kolaps, USDT sempat depegging dari dolar AS dan diperdagangkan di $0,93. Pada September lalu, hakim AS di New York telah memerintahkan Tether untuk mengungkapkan catatan keuangan dan membuktikan bahwa USDT memiliki jaminan yang cukup.
Dengan segala cobaan yang ada, USDT masih terus kokoh menjadi stablecoin terbesar di dunia. Menurut CoinGecko, saat ini USDT menguasai 46% pasar stablecoin. Ada sekitar 65,7 miliar USDT yang sekarang beredar.
Sementara USDC yang beredar hanya sebanyak 42,8 miliar dengan dominasi pasar stablecoin sebesar 30%. Total kapitalisasi pasar seluruh stablecoin saat ini mencapai $142 miliar atau sekitar 16% dari seluruh kapitalisasi pasar kripto.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


