Gaji Tiga Digit Setahun, Pengembang Web3 Subur Meski Crypto Winter

Share :

Portalkripto.com — Meski pasar kripto anjlok hingga 70% sepanjang 2022, pengembang Web3 yang aktif membangun ekosistem ternyata terus bertambah. Menurut laporan Electric Capital yang dirilis 16 Januari 2023, tercatat ada 61.127 pengembang Web3 baru pada 2022 atau naik 25,8% dari 2021.

Data menunjukkan, antara Desember 2021 dan Desember 2022, jumlah pengembang Web3 aktif bulanan naik hingga 5,4% menjadi rata-rata 23.300 orang.

Jumlah pengembang full time yang 76% aktif di Github commit, bahkan naik sebesar 15,2% menjadi 7.000 orang. Sementara jumlah pengembang one time turun 6,2% menjadi 3.500 orang dalam periode yang sama.

Setelah mencapai rekor 26.500 pengembang aktif bulanan pada Juni 2022, jumlahnya berangsur turun tetapi tak signifikan. Penurunan ini imbas dari berkurangnya aktivitas pengembang di ekosistem Terra setelah jaringan itu ambruk pada Mei 2022.

Jumlah pengembang Web3 aktif bulanan. (sumber: Electric Capital)

Electric Capital juga mengungkapkan, sepanjang 2021-2022, sebanyak 109.723 pengembang mulai menerapkan kode open-source dalam proyeknya. Jumlah ini lebih banyak daripada jumlah pengembang yang melakukan hal serupa dalam rentang waktu 2014-2020 yang hanya 101.054 pengembang.

Sementara itu, jaringan Ethereum masih mendominasi aktivitas pengembang Web3. Blockchain yang didirikan Vitalik Buterin ini berhasil menambah pengembang full time di sepanjang 2022 menjadi 1.873 orang.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dari jumlah pengembang di tiga ekosistem besar lainnya yakni Polkadot (752 pengembang), Cosmos (511 pengembang), dan Solana (383 pengembang).

Cosmos dan Solana masing-masing mengalami kenaikan pengembang Web3 hingga 34% dan 36%. Kenaikan jumlah pengembang terbesar ada pada ekosistem Starknet, hingga 214%.

Laporan Electric Capital itu mengungkapkan, saat ekosistem Terra kolaps, ada 143 pengembang yang mundur dan memutuskan untuk bermigrasi ke ekosistem lain. Dalam jaringan itu kini hanya tersisa 28 pengembang. Mayoritas eks pengembang Terra bermigrasi ke Cosmos, yakni 42 dari 143 pengembang.

Diduga jumlah pengembang Web3 masih lebih banyak dari laporan Electric Capital karena beberapa proyek bersifat close-source.

Gaji Lebih dari Tiga Digit per Tahun

Permintaan bursa tenaga kerja Web3 akan pengembang dengan spesifikasi khusus di blockchain terus meningkat sejak adopsi kripto naik dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini yang membuat pengembang bisa mengantongi gaji hingga tiga digit per tahun.

Menurut data web3.career, gaji rata-rata pengembang Web3 di Asia mencapai $50.000 atau sekitar Rp756 juta setahun. Gaji pengembang dengan sistem kerja remote bahkan lebih besar lagi, mencapai $110.000 atau sekitar Rp1,6 miliar setahun.

Di Indonesia, meski adopsi kripto cukup tinggi, jumlah pengembang dan proyek yang berkaitan dengan Web3 masih sangat kecil. Gaji rata-rata pengembang Web3 di Indonesia bahkan masuk dalam kisaran gaji terendah bagi sektor ini, yakni hanya $22.000 atau sekitar Rp300 juta setahun.