Keruntuhan Terra bisa disebut sebagai salah satu bencana terbesar di industri kripto. Banyak orang yang kehilangan uangnya. Investor kecil hingga kakap pun sama-sama gigit jari. Dan yang tak kalah penting, kehancuran Terra menggerus kepercayaan pasar pada industri yang baru saja berkembang ini.
Joshua Davis dari New York percaya bahwa Satoshi Nakamoto adalah Michael Clear, seorang mahasiswa kriptografi pascasarjana di Trinity College Dublin. Dia sampai pada kesimpulan ini setelah menganalisis 80.000 kata dari tulisan online Nakamoto dengan pendekatan linguistik
TVL berfungsi untuk menghitung nilai keseluruhan aset yang disimpan di semua protokol desentralized finance (DeFi) atau di satu platform DeFi, dalam dolar Amerika Serikat (AS) atau mata uang fiat lain.




