Jumlah Pasokan Token LUNA Terus Berkurang, Harga Semakin Kuat

Share :

Portalkripto.com — LUNA, token asli dari blockchain Terra, mengalami pengurangan jumlah pasokan di pasaran. Menurut Smart Stake, platform pelacak data yang berfokus pada ekosistem Terra, jumlah token LUNA saat ini menjadi 345 juta.

Angka ini turun sekitar 10 juta dari 355 juta token bulan lalu. LUNA diketahui mencatat peredaran (circulating supply) token tertinggi pada November 2021, mencapai 482 juta token.

Sementara liquid supply LUNA, atau jumlah koin yang tersedia di pasar yang tidak dikunci untuk staking, turun menjadi 90 juta untuk pertama kalinya.

Jumlah pasokan yang berkurang membuat harga token LUNA di pasar kripto naik. Harga tertinggi yang pernah tercatat terjadi pada 5 April 2022 lalu sebesar $119. Sementara saat ini LUNA berada di harga $90,24.

“Fenomena ini memicu pergerakan harga yang besar untuk aset LUNA karena tidak hanya pembelian yang terjadi signifikan, tetapi juga pengurangan pasokan,” ujar analis platform data blockchain Messari, Dustin Teander, dikutip Coindesk.

“Untuk mendapatkan hasil 20%, orang-orang perlu mengakuisisi UST, yang melibatkan perolehan LUNA terlebih dahulu dan membakarnya untuk UST,” kata Teander.

LIHAT JUGA: CoinShares: Investor Institusional Mulai Menyicil AVAX, SOL, dan LUNA

Namun, hal itu tidak membuat LUNA menjadi aset deflasi. Jika permintaan terhadap UST terhenti dan para investor keluar dari ekosistem Terra, maka UST akan dibakar untuk mempertahankan harga, menipiskan pasokan LUNA.

Profesor hukum Universitas Calgary Ryan Clements mengatakan kepada CoinDesk TV, pertumbuhan Terra kemungkinan besar tidak bersifat berkelanjutan. Ia menyebut semua stablecoin algoritmik secara inheren tidak stabil.

Dalam situasi ekstrem, katanya, aksi jual yang dihasilkan di LUNA dapat memicu penurunan yang menyebabkan UST kehilangan keseimbangannya di $1.

Sejauh ini, harga LUNA relatif stabil di saat hampir seluruh mata uang kripto mengalami turbulensi. Inflasi, kenaikan suku bunga, dan ketidakpastian geopolitik telah memicu investor untuk menjual aset berisiko dari saham ke bitcoin.

Sejak 1 Januari 2022, LUNA mengalami penurunan hanya sekitar 2,8%. Sementara Bitcoin turun 18% dan beberapa altcoin seperti solana (SOL) dan cardano (ADA), kehilangan sekitar 40% nilainya.

TERRA UST

Blockchain Terra didirikan dan dikembangkan oleh Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan. Terra telah berkembang pesat sebagai protokol pembayaran kripto untuk pembelian online.

Token LUNA dan stablecoin algoritmik UST yang dikeluarkan Terra telah masuk ke jajaran mata uang kripto dengan kinerja terbaik pada 2022.

Nasib harga LUNA sangat terkait erat dengan UST, karena token LUNA sangat penting untuk menjaga harga UST Terra tetap pada $1. Mekanisme penetapan harga agar seimbang ini dilakukan dengan menggunakan algoritma.

LIHAT JUGA: Terra Kembali Borong Bitcoin untuk Perkuat UST

Ketika UST di atas $1, LUNA dibakar. Demikian pula, jika permintaan UST rendah dan harganya turun di bawah $1, UST dibakar menjadi LUNA.

Permintaan untuk UST terus naik. Kapitalisasi pasarnya melonjak menjadi $18 miliar dari $2 miliar dalam setahun.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.