Kebijakan-kebijakan Kontroversial Apple Terkait NFT

Share :

Portalkripto.com — Apple merilis update App Store Review Guidelines pada Senin, 24 Oktober 2022, yang salah satunya berisi aturan baru terkait nonfungible token (NFT). Perusahaan teknologi raksasa itu diketahui telah mengizinkan pembelian NFT dalam aplikasi yang terdaftar di App Store, pada September lalu.

Pengembang bisa menjual NFT dengan fitur in-app purchase dalam aplikasi yang sudah ada atau menjual aplikasi baru yang memiliki fitur instal NFT di dalamnya.

Namun, meski cukup terbuka dengan blockchain, Apple ternyata tetap menerapkan beberapa batasan dalam kebijakan pembelian NFT-nya yang dinilai cukup kontroversial. Apa saja?

1. Pajak Pembelian NFT 30%

Apple tampaknya masih menerapkan struktur monetisasi ala Web2 dengan membebankan ‘pajak’ hingga 30% untuk pembelian NFT.

Blockworks melaporkan, pemotongan hingga 30% diwajibkan bagi marketplace NFT yang menghasilkan keuntungan tahunan dari App Store sebesar $1 juta. Sementara marketplace yang mendapatkan keuntungan kurang dari itu, dibebankan pajak 15%.

Pemotongan ini juga berlaku dalam penjualan di pasar sekunder NFT. Misalnya, jika seorang kolektor membeli NFT di OpenSea melalui layanan in-app purchase iPhone, penjualnya hanya mendapatkan keuntungan 70%. Padahal OpenSea sendiri hanya membebankan pemotongan komisi 5% dari penjualan.

Dampaknya, banyak kreator NFT/pengembang yang memilih untuk tidak bergabung dengan ekosistem Apple daripada harus kehilangan pendapatan yang cukup besar dari pajak tersebut.

2. Tak Ada Fitur Pembayaran Kripto

Layanan in-app purchase dalam iPhone tidak memiliki fitur pembayaran kripto sehingga pembelian NFT harus menggunakan mata uang fiat. Hal ini cukup membingungkan karena penjual NFT tentunya tidak akan mendapatkan pemasukan dalam bentuk kripto.

Namun, Apple mengizinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi trading kripto yang terdaftar di App Store, seperti Coinbase dan FTX. Fitur ini tak dikenai pajak 30%.

“Aplikasi (exchange) dapat memfasilitasi transaksi atau transmisi mata uang kripto. Asalkan di negara atau wilayah pengguna, exchange tersebut memiliki lisensi layanan pertukaran kripto,” tulis Apple.

3. Sulit Gunakan Utilitas NFT

Dalam update App Store Review Guidelines, Apple menyatakan NFT bisa disimpan dalam aplikasi yang terdaftar di App Store, tetapi NFT tersebut tidak dapat membuka fitur tambahan yang ada di dalam aplikasi.

Padahal, setiap NFT dikenal memiliki utilitas yang membuatnya spesial hingga diburu kolektor. Misalnya, NFT Moonbirds dan NFT Bored Ape Yacht Club memberikan akses eksklusif kepada kolektor ke berbagai klub dan merchandise khusus.

“Pengguna bisa melihat NFT milik mereka dalam aplikasi, tetapi tidak bisa membuka fitur atau fungsi lainnya di dalam aplikasi, seperti license keys, augmented reality makers, QR code, dan wallet kripto,” tulis Apple.

Tak hanya itu, pengembang aplikasi di App Store juga dilarang membuat tombol tautan yang memungkinkan pengguna iPhone untuk membeli, menjual, dan minting NFT di platform lain di luar ekosistem Apple.

Apple tampaknya ingin memastikan pelanggannya hanya menggunakan layanan in-app purchase di App Store, yang memotong pajak 30% dan tak menyediakan fitur pembayaran kripto.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.