Kenaikan Suku Bunga The Fed Bakal Berlanjut Selama 2023

Share :

Portalkripto.com — Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserves (The Fed) masih akan melanjutkan kebijakan suku bunga hawkish di tahun 2023. Seturut proyeksi resmi The Fed, suku bunga di tahun 2023 diperkirakan akan terus dikatrol hingga mencapai 5,1%.

Dengan proyeksi tersebut, artinya The Fed bakal menaikkan lagi suku bunganya lebih dari 50 basis poin sepanjang tahun 2023. Saat ini, suku bunga yang diberlakukan The Fed adalah 4,25%-4,50% setelah terakhir kali naik 50 basis poin (bps) pertengahan Desember 2022.

Proyeksi tingkat suku bunga ini sesuai dengan prediksi dari sejumlah pihak. Deutsche Bank mengatakan perkiraan suku bunga The Fed 2023 kemungkinan akan mengarah ke level puncak 5,1%. Sedangkan Bank of America Securities memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga ke kisaran 5% hingga 5,25%.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Wardjiyo, juga memperkirakan kenaikan akan mencapai puncaknya pada 5% pada kuartal pertama 2023. Namun, Perty memperingatkan faktor risiko yang lebih tinggi dapat meningkatkan suku bunga hingga 5,25% atau bahkan 6%.

CME FedWatch Tool, yang mengukur sentimen investor di pasar berjangka The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Februari 2023 dalam FOMC yang akan datang.

Kenaikan ini berpotensi mempengaruhi nilai berbagai aset berisiko seperti mata uang kripto dan saham, dengan meningkatkan imbal hasil yang ditawarkan oleh instrumen keuangan berbunga dan menjadikannya lebih menarik bagi investor global.

Sebelumnya sepanjang 2022 The Fed memberlakukan kebijakan hawkish dengan menaikkan suku bunga secara agresif. Sepanjang 2022, suku bunga bank sentral AS telah naik 425 basis poin dari semula 0%-0,25% pada Januari.

Kenaikan suku bunga berkelanjutan tersebut dilakukan untuk menekan angka inflasi menjadi 2%. Saat ini tingkat inflasi AS berdasarkan consumer price index (CPI) di AS November mencapai 7,1%.

Walau naik, kenaikan suku bunga pada 2023 tak akan sebesar dan sesering di tahun 2022. Sepanjang 2022, bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga tujuh kali.

Suku bunga yang diproyeksikan 5,1% tahun 2023 nampaknya akan menjadi titik puncak genderang perang inflasi AS. Pada 2024, kenaikan suku bunga diproyeksikan 4,1%, dan 3,1% pada 2025.