Komisi Sekuritas dan Bursa AS Tidak akan Melarang Crypto, Tapi…

Portalkripto.com– Kepala Komisi Sekuritas dan Bursa AS, Gary Gensler, mengkonfirmasi bahwa lembaganya tidak memiliki wewenang atau niat untuk melarang cryptocurrency.

Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi pertanyaan selama sidang Komite Layanan Keuangan 5 Oktober 2021. Gensler menekankan bahwa melarang crypto tidak termasuk dalam mandat SEC. “Itu terserah Kongres,” ujarnya. 

Menurutnya, sejauh ini SEC hanya fokus pada perlindungan konsumen atau investor yang berinvestasi pada aset digital maupun tradisional. Pihaknya pun bertugas untuk memastikan bahwa Kementerian Keuangan AS bisa mengawasi secara ketat masalah pencucian uang dan kepatuhan pajak. 

Gensler pun mengakui bahwa sebagian besar dari aset digital  telah menaati aturan sebagai kontrak investasi di bawah hukum AS. 

LIHAT JUGA: Analis Ini Memprediksi Harga Bitcoin Tembus Rp 4,5 Miliar di 2022

“Banyak dari token ini yang memenuhi ujian sebagai kontrak investasi, atau catatan, atau keamanan,” katanya. “Masalah stabilitas keuangan dapat diangkat oleh stablecoin.”

Kongres Mempertanyakan Sikap SEC

Sementara itu, Perwakilan Kongres AS Patrick McHenry malah menyerang sikap yang diambil oleh SEC mengenai aset digital selama persidangan. Ia menuduh kepala SEC gagal bertindak sesuai dengan regulasi dalam memperhatikan komentar tentang pembuatan peraturan dan prosedur.

“Beberapa dari komentar yang Anda buat telah menimbulkan pertanyaan di pasar dan membuat segalanya menjadi kurang jelas. Anda telah membuat pernyataan yang tampaknya tidak masuk akal yang menggerakkan pasar, Anda telah mengabaikan pembuatan aturan dengan mengeluarkan pernyataan tanpa proses yang semestinya, dan pada dasarnya Anda telah bersikap kasar terhadap investor Amerika.”

McHenry juga mengutip komentar yang dibuat oleh Gensler kepada Komite pada tahun 2019 saat dia mengajar di MIT. Komentar tersebut sempat viral di media sosial. Dalam unggahan video tersebut Gensler mengkritik keputusan SEC yang mengklasifikasikan Bitcoin dan Ether sebagai komoditas.

PENULIS: IQBAL LAZUARDI/PORATLKRIPTO.COM