Majelis Negara Bagian New York Loloskan RUU Moratorium Penambangan Kripto PoW

Share :

Portalkripto.com — Majelis Negara Bagian New York akhirnya meloloskan RUU yang akan memberlakukan moratorium penambangan kripto proof-of-work (PoW) baru yang menggunakan bahan bakar berbasis karbon untuk menjalankan operasinya.

Hal itu diputuskan, Selasa 26 April 2022 malam waktu setempat.

RUU yang dicetuskan oleh Anna Kelles dari Demokrat ini juga meloloskan klausul yang menyatakan bahwa pemerintah negara bagian New York tidak akan menyetujui pembaruan izin penambangan baru jika penambangan tersebut menggunakan atau meningkatkan energi listrik yang dipakainya.

RUU S6486D/A7389C ini lolos setelah mendapatkan dukungan mayoritas dengan mengumpulkan 95 suara. Sementara yang menolak berjumlah 52 suara.

Setelah lolos dari dewan majelis, RUU ini akan dibawa ke senat untuk divoting. Jika berhasil maka akan diserahkan kepada Gubernur Kathy Hochul yang dapat memvetonya atau menandatanganinya menjadi undang-undang.

Departemen Konservasi Lingkungan (DEC) yang diberikan mandat oleh RUU tersebut akan menyiapkan dokumen analisis dampak lingkungan untuk menilai konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca dari penambangan PoW dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

LIHAT JUGA: Anggota DPR AS Pro Kripto Tolak Moratorium Penambangan PoW

Sementara itu kelompok advokasi industri kripto, Asosiasi Blockchain, meminta penduduk Now York yang pro-kripto untuk menyampaikan suaranya. Asosiasi Blockchain mengklaim mereka telah menerima ribuan masukan untuk disampaikan kepada badan legislatif.

Perwakilan Asosiasi Blockchain yang ikut dalam debat pembahasan RUU tersebut menyakini bahwa suara oposisi atau yang menentang lebih besar dari yang mendukung. Dalam cuitannya, Asosiasi Blockchain menyatakan akan mengerahkan seluruh kemampuannya ke Senat Kota New York untuk menentang RUU yang disebutnya anti-teknologi.

Usulan pelarangan penambangan kripto PoW dengan alasan masalah lingkungan menjadi semakin umum.

Proposal serupa yang disebut Markets in Crypto Assets (MiCA) kalah tipis di Parlemen Eropa pada akhir Maret. Pembuat undang-undang disana bahkan mengusulkan bukan hanya melarang penambangan kripto, tapi juga hingga pelarangan perdagangan Bitcoin.

Salah satu poin utama kelompok kontra kripto sehingga mengusulkan RUU ini adalah fakta jika penambangan kripto PoW membutuhkan sumber energi listrik yang sangat besar.

LIHAT JUGA: Uni Eropa Ancam Banned Bitcoin jika Tidak Beralih ke PoS

Dalam algoritma PoW, penambang berlomba untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks. Karena teka-teki ini memiliki kesulitan yang terus meningkat, penambang perlu menjalankan komputer yang lebih kuat, mengoperasikan perangkat keras dan listrik dengan kecepatan yang sangat menguras energi.

Menurut Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin yang diterbitkan Universitas Cambridge, penambangan dengan mekanisme PoW mengkonsumsi sekitar 139 terawatt jam (Twh) listrik setiap tahunnnya. Sebagai perbandingan, seluruh Inggris hanya menggunakan sekitar 265 Twh pada tahun 2021.