Media Kripto Coindesk Terancam Dijual Digital Currency Group

Share :

Portalkripto.com — Media online kripto Coindesk dilaporkan terancam dijual oleh perusahaan induknya, Digital Currency Group (DCG). Portal berita yang didirikan pada 2013 itu telah meminta bantuan perusahaan penasihat keuangan Lazard untuk menilai apakah penjualan aset dilakukan penuh atau setengahnya.

Kabar ini juga disampaikan oleh pendiri Cardano, Charles Hoskinson, di Twitter. Sambil mengunggah gif bergambar tokoh kartun Batman ia mengatakan baru menyadari bahwa Coindesk ikut masuk dalam pusaran krisis DCG.

Beberapa pihak dilaporkan telah memberikan penawaran kepada DCG untuk membeli Coindesk seharga $200 juta. Harga jual itu berkali-kali lipat lebih tinggi dari nilai akuisisi DCG terhadap Coindesk pada 2016 lalu sebesar $500.000.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami mendapatkan banyak penawaran yang mengindikasikan ketertarikan terhadap Coindesk,” ujar CEO Coindesk Kevin Worth, dalam keterangan resminya.

DCG diketahui sedang mencari cara untuk mendapatkan dana guna menutup utang anak perusahaannya, Genesis Global Trading. Genesis dilaporkan masih memiliki utang ke kreditur sebesar $3 miliar atau sekitar Rp45 triliun.

Pada Rabu, 18 Januari 2023, Bloomberg melaporkan, Genesis tengah berencana untuk mengajukan kebangkrutan. Perusahaan tersebut mulai mengalami krisis sejak exchange kripto FTX bangkrut pada 11 November lalu.

Genesis dan Coindesk masuk dalam 200 perusahaan terkait kripto yang ada dalam portofolio investasi DCG. Ada juga perusahaan manajemen aset Grayscale Investment, exchange kripto Luno, dan perusahaan jasa konsultan Foundry.

Portofolio DCG. (sumber: DCG).

Coindesk Pemicu Krisis DCG?

Kebangkrutan FTX yang mengguncang Genesis dan DCG merupakan efek domino dari bocornya neraca keuangan Alameda Research. Perusahaan trading yang didirikan Sam Bankman-Fried itu dinilai rapuh karena mayoritas asetnya berupa token kripto yang tidak likuid seperti FTT.

Menariknya, media pertama yang membocorkan kebobrokan Alameda adalah Coindesk. Laporan Coindesk pada awal November 2022 membuat CEO Binance Changpeng Zhao mengambil keputusan berani untuk menjual kepemilikan token FTT-nya.

Selain tertekan karena nilai FTT terus anjlok, saat itu FTX juga mengalami penarikan besar-besaran yang membuat likuiditas di neracanya terkuras. FTX diketahui masih menyisakan liabilitas hingga $9 miliar.

Kebangkrutan FTX menjadi salah satu bencana besar bagi pasar kripto yang sudah terus menerus dihajar bencana sepanjang 2022. Nilai Bitcoin dan kapitalisasi pasar anjlok hingga ke titik terendahnya dalam beberapa tahun terakhir.

Genesis tampaknya menjadi perusahaan yang terdampak terparah dari ambruknya kerajaan kripto Bankman-Fried, sampai-sampai sang induk, DCG harus menjual aset demi bisa bertahan hidup. Salah satunya mungkin dengan melepas media yang berkantor pusat di New York tersebut.