Mengenal Modus Manipulasi Harga NFT Wash Trading

Share :

Portalkripto.com — Pasar nonfungible token (NFT) meraih popularitas yang tinggi pada 2021 dengan menghasilkan volume perdagangan senilai $25 miliar, menurut DappRadar. Beberapa NFT yang meraup kesuksesan di antaranya NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC), CryptoPunks, hingga Moonbirds.

Namun, meskipun jumlah pembeli dan penjual aktif meningkat, di pada 2022 ini transaksi NFT sedikit berkurang. Dan karena popularitas proyek NFT berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar, ada sejumlah penjual ‘nakal’ yang mencoba memanipulasi harga melalui modus penipuan ‘NFT wash trading’.

Apa itu NFT wash trading? Dikutip dari Cointelegraph, NFT wash trading adalah modus manipulasi harga yang dilakukan oleh satu orang atau dua orang yang berkolusi, dengan cara melakukan pembelian dan penjualan NFT yang sama beberapa kali dalam waktu singkat untuk menipu pelaku pasar lain.


Anda Juga Bisa Baca Artikel Lain 

Ethereum Siapkan Hadiah $1 Juta Bagi Penemu Bug Sebelum The Merge

Outlook Pergerakan BTC, ETH, dan MATIC, 25 Agustus 2022


Tujuan dari modus penipuan ini adalah untuk mempengaruhi aktivitas dan harga aset. Pelaku biasanya ingin menambah jumlah transaksi untuk menaikkan harga atau mendorong penjualan untuk menurunkan harga.

Transaksi antaralamat wallet diketahui selalu disimpan di blockchain dan dapat dilihat secara publik. Artinya, siapapun dapat melihat kapan NFT diperdagangkan dan berapa harga NFT yang dijual.

Namun, alamat wallet hanya berupa angka dan huruf yang sulit untuk dibedakan sehingga akan sulit juga mengetahui siapa orang yang ada di balik transaksi itu. Publik juga tidak bisa mengetahui jika ada dua alamat wallet yang dimiliki oleh satu individu yang sama.

Contoh Kasus NFT Wash Trading

Praktik wash trading dilarang dalam pasar keuangan tradisional sejak disahkannya Commodity Exchange Act (CEA) pada 1936. Namun belum ada regulasi khusus di pasar kripto, terutama untuk NFT, terkait modus penipuan ini.

Kasus NFT wash trading yang berhasil dideteksi salah satunya menimpa NFT CryptoPunks. Pada 28 Oktober 2021, NFT CryptoPunk 9998 diperdagangkan oleh dua wallet seharga 124.457 ether (ETH) atau senilai sekitar $532 juta pada saat itu.

Transaksi yang mencurigakan ini terdeteksi oleh CryptoPunks Bot, yang secara otomatis melacak dan mengumumkan transaksi CryptoPunks di Twitter.

Pembeli ternyata memanfaatkan pinjaman kilat dari berbagai sumber untuk membayar sebesar 124.457 ETH ke smart contract CryptoPunk, yang kemudian ditransfer ke wallet penjual. Penjual kemudian mengirim kembali 124.457 ETH itu ke pembeli.

Setelah diketahui tim CryptoPunks, NFT tersebut akhirnya dikembalikan ke marketplace dan diperdagangkan di harga 250.000 ETH, atau sekitar $1 miliar.

Cara Menghindari Wash Trading

Struktur mata uang kripto yang terdesentralisasi membuat pelaku wash trading sulit dilacak. Tidak seperti instrumen keuangan tradisional yang telah memverifikasi standar Know Your Customer, aset blockchain dapat diperdagangkan secara anonim, yang mengarah pada risiko pencucian uang.

Jika Anda tertarik membeli NFT, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindari NFT wash trading.

Waspadai jika NFT yang ingin Anda beli bukan termasuk ke dalam kategori rare tapi harganya lebih mahal dari floor price keseluruhan koleksinya.

Gunakan platform Etherscan dan BscScan untuk memeriksa riwayat transaksi NFT. Beberapa marketplace, seperti OpenSea, juga menampilkan informasi ini. Lonjakan harga tiba-tiba pada sebuah NFT tanpa adanya aktivitas transaksi sebelumnya bisa menjadi tanda wash trading.

Carilah alamat wallet yang muncul beberapa kali dalam riwayat transaksinya, seperti dalam kasus CryptoPunk 9998. Jika ada alamat wallet yang sama yang telah membeli NFT tersebut beberapa kali, maka itu bisa menjadi tanda wash trading.