Mengenal zkEVM, Teknologi yang Percepat Transaksi di Jaringan Ethereum

Share :

Portalkripto.com — Teknologi zkEVM ramai dibicarakan komunitas kripto di sepanjang tahun ini. Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, salah satu yang memperkenalkannya.

Selama bertahun-tahun, Ethereum banyak dikritik karena sangat lamban memproses transaksi. Blockchain tersebut hanya mampu menjalankan 10-15 transaksi per detik. Lebih parahnya, jika aktivitas pengguna sedang tinggi, gas fee ikut meroket.

Kritik ini membuat pengembang di balik Ethereum berpikir keras untuk mengembangkan solusi. Salah satu yang dicoba adalah sidechain, dengan mengalihkan transaksi ke blockchain layer-2 untuk diproses dengan cepat (rollup) kemudian dimasukkan kembali ke blockchain layer-1 untuk divalidasi.

Lalu muncul zero-knowledge Ethereum Virtual Machine (zkEVM), yang sebenarnya telah dibahas sejak 2014. Blockchain layer-2 Ethereum yang mengembangkan teknologi ini di antaranya Polygon dan Scroll.

zkEVM merupakan hasil rombak dari infrastruktur dasar komputasi Ethereum yakni Ethereum Virtual Machine (EVM). Mekanisme kriptografi yang digunakan adalah zero-knowledge proof.

Cara Kerja zkEVM

EVM bekerja dengan cara menerjemahkan input dari pengguna menjadi output di protokol. EVM juga yang membuat aktivitas perdagangan menjadi lancar dan smart contract berfungsi dengan baik.

Namun EVM standar hanya dapat menginterpretasikan sistem rollup secara kasus per kasus. Dengan demikian, transaksi di jaringan menjadi sangat lambat dan mahal.

Sementara, zero-knowledge proof yang telah ada sejak 1980-an, bukan hal yang baru dalam teknologi blockchain. Zero-knowledge artinya pemberi dan penerima bisa saling berkirim sinyal bahwa transaksi yang dilakukan adalah benar, tanpa perlu memberikan ‘knowlegde’ atau detail/isi dari transaksi tersebut.

Teknologi ini adalah komponen kunci yang membuat sistem rollup bisa dilakukan secara lebih efisien. Zero-knowledge proof dapat menyatukan banyak transaksi menjadi satu kumpulan. Karena menggunakan lebih sedikit data, satu kumpulan tersebut dapat diproses lebih cepat oleh jaringan utama.

Atas fungsinya inilah, zero-knowledge proof dipilih untuk dimasukkan dalam program utama Ethereum yakni EVM, menjadi zkEVM. Meski demikian, zero-knowledge proof adalah mekanisme kriptografi yang sangat spesifik dan sulit dibuat.

Dalam zkEVM, sistem zero-knowledge rollup bertugas menggulung banyak transaksi menjadi satu dan EVM bertugas mengeluarkan proof-nya untuk diberikan ke protokol inti (blockchain layer-1). Protokol inti kemudian akan langsung memvalidasi satu gulungan transaksi tersebut tanpa harus memilah-milah data.

Dengan demikian, transaksi yang banyak di awal tadi bisa divalidasi dengan cepat tanpa perlu memakan banyak biaya.

zkEVM dapat memproses hingga 2.000 transaksi per detik. Namun jika di-upgrade ke teknologi yang lebih tinggi seperti ZK Porter, transaksi yang diproses bisa mencapai 20.000 per detik.

Yang terpenting, zkEVM menggunakan bahasa pengkodean yang sama dan sudah dikenal oleh pengembang Ethereum, yakni Solidity. Dengan demikian, teknologi ini masih kompatibel dengan infrastruktur Ethereum yang ada, seperti NFT, smart contract, decentralized finance (dApps), decentralized exchange (DEX), dll.

Masih Perlu Pengembangan

Teknologi zkEVM masih jauh dari sempurna. Howard Wu, mantan peneliti zCash dan pengembang Aleo, protokol blockchain asli yang membuat kompatibilitas zero-knowledge ke dalam lapisan protokol, mengatakan bahwa zkEVM seringkali membutuhkan waktu 12 hingga 24 jam untuk menghasilkan proof yang harus dikirimkan ke protokol inti. Sementara Ethereum hanya membutuhkan 10-15 detik.

Masalah lainnya, zkEVM masih kurang canggih dalam hal penyensoran sehingga segala transaksi ilegal bisa ikut masuk ke dalamnya.

Tak hanya itu, Wu mengatakan, banyak aplikasi decentralized finance (DeFi), seperti Curve, yang menggunakan fitur codebase untuk efisiensi tetapi tidak kompatibel dengan zkEVM. Teknologi ini juga dinilai bisa memecah likuiditas.

“Ini (zkEVM) akan menghentikan flash loan, dan meningkatkan spread harga yang menyebabkan peningkatan risiko stabilitas harga untuk banyak protokol DeFi,” ujarnya, dikutip Decrypt.

zkEVMs masih menjadi teknologi eksperimental. Polygon zkEVM baru meluncurkan testnet pada Q3 2022 dan mainnetnya baru akan diluncurkan pada 2023.