Musim Semi Ethereum (ETH), Kini Sudah Injak Harga US$ 3800

Portalkripto.com– Ethereum (ETH) kembali menginjak harga tertinggi barunya, di angka US$3800 atau setara dengan Rp 53,6 juta. Koin nomor dua berdasarkan volume terbesar ini telah menunjukan performa harga yang luar biasa sejak satu bulan terakhir. 

Dengan pencapaian harga tersebut, Ether telah melengkapi pesta musim alts coin tahun ini. Berdasarkan data di coinmarketcap, selama 7 hari terakhir, ETH telah untung sebesar 30%, dan hampir mencapai 70% keuntungan dalam 30 hari terakhir.

Belum lagi, dominasi atas BTC terus naik, saat ini, ETH dominance mencapai 18%. Sedangkan BTC dominance saat ini masih berkutat di 44-45%. Nampaknya pasar mulai terkonsentrasi di Ethereum.

Lonjakan harga ETH ini sangat dipengaruhi oleh pengemebangan blockchiannya. Di mana saat Berlin Hard Fork, pada bulan April kemarin, blockchain Ethereum melakukan sejumlah pengembangan. Salah satunya adalah mengurangi biaya gas (gas fee) dan memperluas jaringan transaksinya.

LIHAT JUGA: Sejumlah Alasan yang Bikin Harga Ethereum Semakin Gacor

Ethereum adalah blockchain paling mapan dan  terkemuka yang digunakan di pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi). Harga ETH sendiri selalu sejalan dengan pertumbuhan harga DeFI. Pada saat penulisan, nilai total yang terkunci di DeFi berada pada titik tertinggi baru lebih dari $ 82 miliar.

Sementara itu, protokol DeFi saat ini mulai diminati oleh investor institusional. Dikutip dari Cointelgraph, berdasarkan laporan ConsenSys DeFi kuartal satu, hanya 1% dari semua alamat Ethereum yang saat ini menggunakan platform DeFi. 

Dengan demikian, ruang untuk adopsi tampaknya menjadi sangat besar karena semakin banyak investor yang ingin memprioritaskan desentralisasi dalam portofolionya. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama 2021, hampir 51% dari total biaya yang dibayarkan berada di blockchain Ethereum – lebih dari dua kali lipat dari blockchain Bitcoin.