Paypal Mempekerjakan 100 Orang Karyawan di Divisi Crypto

Portalkripto.com– Perusahaan raksasa pembayaran PayPal telah menguraikan rencana untuk memperluas pelayanan di bidang cryptocurrency. Untuk menjalankan layanan tersebut, perusahaan telah mempekerjakan 100 orang karyawan hingga saat ini.

Dikutip dari postingan situs resmi PayPal, perusahaan akan kembali mencari kandidat lagi untuk mengisi kekosongan di bidang cryptocurrency dan teknologi blockchain. Ratusan karyawan tersebut akan disebar perusahaan di lokasi cabang PayPal di Amerika Serikat, Tel Aviv, Irlandia, Singapura, dan Hongkong.

Posisi yang ditempati oleh ahli crypto ini berkisar dari manajer teknik kripto, manajer program, manajer strategi, dan manajer analitik AML blockchain. Selain itu ada yang mengisi posisi penyelidik, manajer operasi, spesialis investigasi kripto, manajer pelaporan pajak kripto, dan direktur hukum kripto.

LIHAT JUGA: Dua Koin Potensial yang Diprediksi Cuan di Bulan Agustus 2021

CEO Paypal Dan Schulman mengatakan, seperti dikutip dari Bitcoin.com, tujuan untuk mencari kembali kandidat di posisi tersebut lantaran perusahaan akan memperluas layanan crypto, termasuk meluncurkan aplikasi yang mengintegrasikan layanan perbankan dengan cryptocurrency.

Kami terus sangat senang dengan momentum yang kami lihat di crypto dan kami jelas menambahkan fungsionalitas tambahan ke dalamnya,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, perusahaan telah mendapatkan hasil yang bagus pada kuartal pertama 2021 dari layanan cryptocurrency mereka. Bahkan, pada Bulan April 2021, Schulman mengatakan, permintaan cryptocurrency pada platform PayPal telah mengalami pertumbuhan yang signifikan.

LIHAT JUGA: Amazon Bantah akan Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Paypal baru-baru ini telah meningkatkan batas pembelian crypto mingguannya menjadi US$ 100.000 dan menghapus batas tahunan yang sebelumnya dijalankan.

Sementara itu, rencana ekspansi Paypal pada industri kripto sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna crypto global yang mencapai 221 juta pada bulan Juni. Jumlahnya naik dari 100 juta menjadi 200 juta hanya dalam waktu empat bulan.