Pele Meninggal Dunia: Sepercik Kenangannya dengan Dunia Kripto

Share :

Portalkripto.com — Edson Arantes do Nascimento, legenda sepakbola Brasil yang lebih dikenal sebagai Pele, meninggal dunia pada 29 Desember 2022. Dia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit Albert Einstein, Sao Paulo.

Pele meninggal dalam usia 82 tahun. Penyebab kematiannya adalah komplikasi kegagalan organ akibat kanker usus besar, penyakit ganas yang ditemukan di tubuh Pele pada September 2021. Tubuhnya menyerah setelah melewati pertempuran sengit melawan penyakit ganas tersebut.

Pele dikenal sebagai satu-satunya pemain bola yang berhasil meraih tiga gelar Piala Dunia sepanjang karirnya. Prestasi itu menjadi pembeda tersendiri yang membuat mahkota sang raja tampak lebih berkilau.

Pencapaian itu tak pernah bisa disamai oleh semua pemain dan legenda sepak bola selain dirinya. Rekor itu juga nampaknya akan sulit dilampaui oleh para pesepak bola dalam rentang seratus atau bahkan seribu tahun yang akan datang.

Pemain dengan nomor punggung 10 itu menyusul Diego Maradona, dewa sepak bola Argentina yang lebih dulu mangkat dua tahun lalu. Tubuhnya mungkin tak akan lagi berpijak di Bumi, namun karya dan warisannya akan tetap abadi, termasuk bagi dunia kripto.

Pele dan NFT

Dalam rentang umurnya yang panjang, Pele beberapa kali pernah bersentuhan dengan dunia kripto. Petualangannya itu terbilang pendek saja, dan juga bersifat tak langsung. Sang raja menginjakkan kakinya di dunia kripto lewat pintu masuk karya digital non-fungible token (NFT).

NFT adalah item digital kriptografis unik yang tidak dapat digantikan oleh token lain yang sejenis dan dibuat menggunakan teknologi kriptografi pada blockchain.

NFT dapat digunakan untuk mencatat kepemilikan atas berbagai macam item digital yang tidak dapat disalin, seperti seni digital ataupun dokumen. Ini membuat NFT menjadi populer di kalangan kolektor seni dan gamer yang ingin memiliki item digital yang unik dan tidak dapat disalin.

Salah satu perkenalan awal Pele dengan NFT terjadi saat demam NFT pada 2021. Saat itu, ia terlibat kerja sama penerbitan NFT bersama perusahaan teknologi Brasil, Kraken Holding. Perusahaan tersebut mengubah jersey legendaris yang digunakannya menjadi item koleksi NFT.

Jersey yang dimaksud ialah yang digunakan Pele saat mencetak gol ke-1000-nya di jagat sepak bola profesional. Momen epik itu terjadi saat dia yang membela Santos menceploskan bola dari tendangan penalti ke gawang Vasco da Gama di Stadion Maracana pada tahun 1969. Saat itu usiaya baru 29 tahun.

Persentuhan lainnya antara sang legenda dengan NFT terjadi di tahun dan bulan yang sama. Pada April 2021, Pele mengumumkan kerja sama pembuatan NFT dengan Ethernity Chain. Koleksi NFT itu dibuat oleh seniman Kingsletter dan Visual Lab dengan mengambil momen legendaris Pele saat menjuarai Piala Dunia pertamanya di tahun 1958. Dilaporkan CoinDesk, NFT tersebut berhasil dijual seharga $288.000 dalam lelang pada bulan November.

Sebanyak 90% dari hasil penjualan item NFT itu disumbangkan ke yayasan Pele 10 miliknya yang berfokus pada upaya pemberdayaan anak-anak di seluruh dunia, terutama seputar pengentasan kemiskinan dan penyediaan akses ke pendidikan.

Sosok Pele juga telah menjadi inspirator bagi seniman NFT di seluruh dunia yang telah membuat ribuan karya bertema Pele. Di situs marketplace NFT OpenSea misalnya, ada ribuan item NFT “Pele” di mana puluhan di antaranya dibanderol dengan harga minimal 1 Ether (ETH).

Maestro sepakbola itu kini sudah tak lagi ada, namun warisan dan karyanya akan tetap abadi sepanjang masa. Persentuhannya yang singkat dengan dunia kripto akan membuat item-item yang terkait dengan sang legenda terabadikan dalam semesta kriptografi blockchain.