Pemulihan FTX Dikhawatirkan Picu Dumping, Bagaimana Dampaknya?

Share :

Portalkripto.com — Pemulihan aset bursa kripto FTX senilai $5 miliar dikhawatirkan memicu aksi dumping oleh sejumlah pelaku pasar. Kekhawatiran ini mencuat setelah tim restrukturisasi FTX yang kini dipimpin oleh CEO John J Ray III ini dikabarkan berhasil memulihkan miliaran aset dalam bentuk fiat, kripto, dan investasi sekuritas.

Dalam sebuah agenda persidangan di pengadilan kebangkrutan Delaware, Amerika Serikat (AS), 11 Januari 2023, tim restrukturisasi FTX menyatakan mereka telah berhasil memulihkan sejumlah aset milik perusahaan tersebut senilai $5 miliar atau Rp77 triliun.

“Kami telah menemukan lebih dari $5 miliar uang tunai, cryptocurrency likuid, dan sekuritas investasi likuid,” kata seorang pengacara FTX, Andy Dietderich kepada Hakim Kebangkrutan AS, John Dorsey, dikutip dari Reuters.

Dietderich juga mengatakan FTX berencana untuk menjual investasi non-strategis senilai $4,6 miliar. Investasi strategis itu, seperti diuraikan Cointelegraph, termasuk anak perusahaan seperti LedgerX, Embed, FTX Japan, dan FTX Europe.

Picu Kekhawatiran 

Kabar pemulihan sejumlah aset tersebut memicu kekhawatiran akan penjualan sejumlah aset kripto yang terkait dengan FTX. Pasalnya, perusahaan tersebut bisa saja menjual sejumlah aset untuk membantu membayar tunggakan kerugian investor.

Walaupun jumlah utang pastinya belum jelas, namun diperkirakan kerugian yang mesti dibayar kepada pelanggan FTX lebih dari $8 miliar. Adapun perkiraan jumlah pelanggan yang menderita kerugian akibat krisis bursa pada November 2022 itu mencapai 9 juta orang.

Dalam sebuah tweet pada 11 Januari, direktur Coinbase, Conor Grogan mendedahkan sebaran aset yang diduga dimiliki FTX. Beberapa aset tersebut, antara lain $700 juta Solana, $575 juta FTT, $371 juta MAPS, $127 juta OXY, $90 juta WBTC, $82 juta BONA, dan sekitar $500 juta token random berbasis Solana lainnya.

Dumping harga dikhawatirkan bakal menimpa sejumlah aset yang dimiliki FTX tersebut, terutama Solana yang memiliki persentase paling tinggi. Sebelumnya, Solana menjadi salah satu koin yang paling terdampak parah oleh kejatuhan FTX. Harga mereka sempat turun di atas 60% dalam sepekan.

Belakangan, Solana berhasil bounce back. Harga Solana telah meroket 65% sejak awal tahun 2023. Padahal sebelumnya SOL sempat dibanderol di bawah harga $10 memasuki hari-hari terakhir 2022.

Lantas, akankah aksi dumping menghajar Solana?

Dalam klarifikasinya atas eksposur terhadap FTX pada November 2022 lalu, Solana menyebut FTX dan atau Alameda memiliki riwayat transaksi pembelian token SOL dalam bentuk puluhan juta koin SOL di mana sebagian di antaranya dalam status terkunci.

Token yang dikunci tersebut digunakan untuk staking dan tidak bisa sembarangan ditarik karena memiliki jangka waktu unlock. Solana juga menyebut token yang dikunci tidak dapat ditransfer “secara on-chain” sampai jangka waktu unlock terpenuhi.

Lima gelombang pembelian Solana oleh FTX memiliki klausul jadwal unlock yang berbeda-beda. Dua klausul dengan pembelian lebih dari 46,5 juta SOL memiliki jadwal unlock bulanan yang akan berlangsung hingga Januari 2028. Dua klausul lainnya memiliki jadwal unlock total pada 2025, sedangkan masa unlock satu klausul sisanya tidak ditentukan.

Bila kekhawatiran aksi dumping ini kejadian, bukan tak mungkin tren bull run yang saat ini diperlihatkan pasar kripto bakal tertahan. Kapitalisasi pasar kripto secara total telah naik 12% dari 1-13 Januari, menjadi $907,67 miliar dari semula $798,46 miliar di awal tahun.