Penambang Kawakan ETH di China Menolak Transisi Ethereum ke PoS

Share :

Portalkripto.com — Seorang penambang kawakan di China, Chandler Guo, menolak transisi Ethereum dari proof-of-work (PoW) ke proof-of-stake (PoS) yang saat ini memasuki tahap penyelesaian. Guo yang bersikukuh untuk mempertahankan Ethereum tetap menggunakan PoW berencana melakukan forking.

Salah satu alasan Guo melakukan forking adalah potensi kerugian akibat transisi dari PoW ke PoS.

Dalam mekanisme PoW, penambang dapat menghasilkan cuan melalui penyelesaian transaksi yang rumit menggunakan operasi komputansi dan energi listrik yang besar.

Dengan mekanisme yang beralih ke PoS, maka potensi cuan bagi para penambang seperti Guo akan lenyap. Sementara Guo sudah menginvestasikan perangkat keras khusus penambangan yang harganya sangat mahal dan berpotensi tidak akan berguna.

Untuk itu Guo ingin tetap mempertahankan jaringan PoW lama sehingga penambang dapat terus menghasilkan cuan dengan peralatan yang ada.

Namun setelah proses transisi selesai maka kripto yang dihasilkan oleh Guo tidak akan menjadi ETH. Guo yang melakukan forking jaringan Ethereum akan menciptakan aset kripto baru yang dia sebut ETHPOW.

Rencana Guo ini menghadapi tantangan berat karena untuk membuat dan memelihara jaringan Ethereum baru membutuhkan banyak sekali dukungan, baik secara ekonomi maupun teknis.

Aset baru dari hasil forking ini akan menjadi jaringan dan kripto yang sepenuhnya berbeda dari Ethereum, tanpa nilai, infrastruktur, atau utilitas yang diasumsikan. ETHPOW perlu dukungan yang luas supaya bisa memberikan insentif kepada para miners-nya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Akankah The Merge Ethereum Berimbas pada Kenaikan Harga ETH?

Phishing Masih jadi Ancaman Pengguna Wallet Kripto MetaMask


Diberitakan sebelumnya oleh portalkripto.com, Tim Beiko dari Ethereum Foundation mengestimasi transisi Ethereum akan dilakukan pada 19 September 2022. Proses yang disebut ‘The Merge’ ini selain mengurangi penggunaan energi jaringan hingga 99,95%, juga dinilai bisa meningkatkan keamanan dan penskalaan.

Manfaat Transisi dari PoW ke PoS

Transisi Ethereum ke PoS menjanjikan konsumsi energi yang lebih rendah dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Menurut Ethereum Foundation, mekanisme PoS akan mengurangi konsumsi energi hingga 99,95%.

Ethereum Foundation mengklaim transisi dari PoW ke PoS akan memangkas emisi karbon Ethereum menjadi 0,07 kilogram per transaksi dari 147,86 kilogram saat ini yang membuat jejak karbonnya 17.000 kali lebih efisien daripada Bitcoin.

Pembaruan ini akan meningkatkan jumlah transaksi yang dapat ditangani Ethereum dari 15 hingga 20 transaksi per detik saat ini, menurunkan biaya gas, dan meningkatkan keamanan jaringan.

Perpindahan ke PoS tidak akan cukup bagi Ethereum untuk menjadikan jaringannya sebagai blockchain yang paling berkelanjutan.

Ronin, sidechain terkait Ethereum, mengklaim hanya menghasilkan 0,000001 kilogram karbondioksida per transaksi. Sementara Solana yang menggunakan hibrida dari mekanisme konsensus PoS dan proof-of-history (PoH) menghasilkan sekitar 0,0002 kilogram.

Bitcoin, kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, memiliki jejak karbon paling buruk di angka 1.223,38 kilogram karbondioksida per transaksi.

Meskipun transisi tidak menjadikan Ethereum sebagai teknologi blockchain yang paling berkelanjutan, namun para ahli sepakat dan mendukung pembaruan ini sebagai langkah yang benar.