Pertemuan FOMC dan Dampaknya untuk Pasar Kripto

Share :

Portalkripto.com — The Federal Reserve diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga 75 atau 100 basis poin dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar 26-27 Juli 2022. Jika direalisasikan, kenaikan suku bunga tersebut akan menjadi yang ketiga di tahun ini dan tentunya juga bukan yang terakhir.

Keputusan soal suku bunga yang akan diketok palu pada 27 Juli pukul 14.00 waktu setempat tersebut dibuat untuk melawan tingkat inflasi AS yang saat ini berada di level tertinggi dalam 40 tahun.

Kebijakan yang akan dikeluarkan The Fed ini tentu mempengaruhi sejumlah aset investasi, termasuk kripto. Meski demikian, beberapa hari sebelum pertemuan digelar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETC) justru menunjukkan sentimen positif dengan berhasil menyentuh level $22.000 dan $1.500.

Akun Twitter tedtalksmacro mengatakan, kondisi ekonomi global belum benar-benar membaik sejak pertemuan The Fed pada Juni lalu. Data menunjukkan inflasi AS terus naik dan pasar tenaga kerja masih bertahan.

Menurutnya, The Fed kali ini berencana untuk memompa pasar tenaga kerja untuk membantu melemahkan laju inflasi. Karena semakin kuat pasar tenaga kerja, akan semakin sulit mengetatkan kebijakan moneter.

“Jika orang-orang kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki dolar untuk dibelanjakan, tekanan dan sisi permintaan (demand) akan berkurang dan sisi penawaran akan menjadi normal,” ujarnya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, dan BNB, Jelang FOMC Meeting

Adopsi Aset Kripto Masih Rendah, Diprediksi Capai 1 Miliar Pengguna di 2030


Setelah itu, ia memprediksi kondisi netral akan menghampiri pasar pada Juni-Juli 2023. Dalam periode itu, Bitcoin akan berjuang untuk mencapai harga $28.000.

Menurutnya, netralitas pasar juga akan menjadi dasar bagi bull market kripto berikutnya dan pergeseran ke dovish (penundaan kenaikan suku bunga oleh bank sentral) bisa memicu siklus pasar yang lebih tinggi.

Analis kripto di Twitter seperti Michael Van De Poppe, Rekt Capital, dan Plan B juga memprediksi, jika Bitcoin berhasil bertahan di atas $22.800 dan di atas 200-week moving average hingga akhir Juli, harganya bisa naik di atas $23.800 dan bahkan bisa mencapai level $28.000.

Nyatanya, BTC gagal mencapai 200-week moving average di atas $22.800 pekan lalu. Setelah menutup pekan di level $22.500, BTC terjun lagi di bawah $22.000.

Saat ini Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $21.968 atau turun 3,28% dalam 24 jam dan ETH dijual di harga $1.519 atau turun 5,19% dalam periode yang sama.

Dalam sebuah cuitan pada 23 Juli 2022 lalu, CEO Binance Changpeng Zhao ikut menunjukkan keyakinannya bahwa profitabilitas akan meningkat di pasar kripto. Fokus pasar menurutnya harus pada BUILD daripada HODL.

“Ada banyak proyek salah kelola/gagal, penjual sedikit. Tetapi pengguna dan institusi terus bertambah,” ungkapnya.