Saat SBF Habiskan Waktu Main Game, FTX Berhasil Pulihkan Aset $5 Miliar

Share :

Portalkripto.com — Tim restrukturisasi FTX berhasil memulihkan aset lebih dari $5 miliar atau sekitar Rp77 triliun dalam bentuk fiat, kripto, dan investasi sekuritas. Pemulihan aset ini diumumkan oleh pengacara FTX, Adam Landis, dalam sidang yang digelar di pengadilan Delaware, Rabu, 11 Januari 2023.

Aset-aset yang dipulihkan di antaranya lusinan token kripto yang tidak likuid. FTX memiliki token illiquid dalam jumlah yang cukup besar, bahkan lebih besar dari total pasokan tokennya sehingga aksi jual bisa mempengaruhi harganya secara substansial.

Namun, aset FTX yang disita oleh Komisi Sekuritas Bahama pada November lalu, yang sebagian besar berbentuk token asli FTX, FTT, tidak termasuk di dalamnya. Nilai aset tersebut diperkirakan mencapai $444,7 juta saat ini.

FTX masih dalam proses menggali riwayat transaksi pelanggan dan mencari tahu jumlah total kerugian setiap pelanggan per 11 November 2022, yang sampai saat ini masih belum jelas.

Menurut Landis, FTX telah mengidentifikasi lebih dari 9 juta akun pelanggan yang melakukan transaksi besar-besaran hingga $120 miliar sesaat sebelum exchange terbesar kedua di dunia itu ambruk.

Pengacara FTX lainnya, Andy Dietderich, mengatakan FTX berencana untuk menjual investasi non-strategis senilai $4,6 miliar, termasuk anak perusahaan seperti LedgerX, Embed, FTX Japan, dan FTX Europe. FTX juga mengakhiri kesepakatan sponsor dengan arena permainan game online League of Legends 2021–2028.

Hakim John Dorsey mengabulkan permohonan FTX untuk menjual beberapa unit bisnisnya. Menurut Dietderich, perusahaan masih akan menjajaki penawaran tetapi belum pada tahap penjualan.

Selama proses kebangkrutan, tim restrukturisasi FTX yang kini dipimpin oleh CEO John J Ray III, terus mencoba mendapatkan kembali dana untuk dicairkan kepada pelanggan. Ray mengaku belum mengetahui dengan jelas berapa total kewajiban yang dimiliki FTX, namun memperkirakan mencapai $10 miliar.

Sam Bankman-Fried Habiskan Waktu dengan Main Game

Saat perusahaan yang didirikannya sedang berjuang memulihkan dana pelanggan, Sam Bankman-Fried justru mengaku hanya menghabiskan waktu bermain video game sendirian selama menjalani tahanan rumah. Ia tinggal di rumah orang tuanya di Palo Alto, California, di bawah jaminan sebesar $250 juta.

Dalam wawancara dengan Puck News, Bankman-Fried mengatakan ia sama sekali tidak dilibatkan oleh John J. Ray III dalam proses restrukturisasi FTX. Ia juga tidak pernah lagi menjalin komunikasi dengan eks CEO Alameda Research Caroline Ellison dan co-founder FTX Gary Wang.

Bankman-Fried bahkan mengaku telah disingkirkan dari grup rekan kerjanya di FTX. Padahal dulu mereka sangat erat dan solid.

“Saya tidak bisa menyalahkan orang lain yang tidak ingin terseret ke dalam pertunjukan kotor ini,” ujarnya.

Insider melaporkan, eks CEO itu beberapa kali menerima tamu selama menjadi tahanan rumah. Salah satu yang menjenguknya adalah penulis Michael Lewis yang sedang membuat proyek baru terkait FTX.

Pada awal Januari lalu, Bankman-Fried telah memberikan nota pernyataan tidak merasa bersalah atas kehancuran FTX, kepada pengadilan distrik Selatan New York. Ia diketahui didakwa dengan delapan tuduhan pidana dan terancam 115 tahun penjara.