Ternyata Sistem Perbankan Lebih Boros Listrik Dibanding Bitcoin

Portalkripto.com– Mata uang kripto (cryptocurrency) Bitcoin kembali menjadi sorotan dan bahan perbincangan ketika Elon Musk melempar statement bahwa aktivitas penambangan aset kripto tersebut memakan banyak energi dan tak ramah lingkungan.

Namun, hasil studi yang dikeluarkan lembaga penelitian digital, Galaxy Digital Research, mengatakan hal yang sebaliknya. Aktivitas penambangan Bitcoin tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan konsumsi energi sistem perbankan dan emas. 

Dalam sebuah studi berjudul “On Bitcoin’s Energy Consumption: A Quantitative Approach to a Subjective Question” yang dirilis pada Jumat, 14 Mei 2021, laporan tersebut menyebutkan bahwa konsumsi listrik tahunan Bitcoin berada pada 113,89 terawatt hour (TWh). 

Konsumsi listrik tersebut sudah meliputi energi untuk permintaan penambang, konsumsi daya penambang, konsumsi daya kumpulan, dan konsumsi daya node. Menurut laporan tersebut, jumlah ini setidaknya dua kali lebih rendah dari total energi yang dikonsumsi oleh sistem perbankan serta industri emas setiap tahun

LIHAT JUGA: Kota-kota di Iran Alami Pemadaman Listrik, Pemerintah Salahkan Penambang Bitcoin

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa penggunaan energi Bitcoin selama ini berlangsung secara transparan. Sehingga mudah dilacak besaran konsumsi dan waktunya. Pelacakan tersebut bisa dilakukan menggunakan alat seperti Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index.

Sebaliknya, hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam evaluasi penggunaan energi dari industri emas dan sistem keuangan tradisional. 

“Industri perbankan tidak secara langsung melaporkan data konsumsi listrik,” kata laporan tersebut.

Penelitian tersebut pun menyebutkan, bahwa penggunaan daya oleh pusat data perbankan, cabang bank, ATM, dan pusat data jaringan kartu, menghabiskan energi sebanyak 263,72 TWh secara global, dalam satu tahun. 

LIHAT JUGA: Dogecoin (DOGE) Literally To The Moon!

Sementara itu, untuk menghitung konsumsi energi industri emas, Galaxy Digital Mining menerapkan perkiraan untuk total emisi gas rumah kaca industri yang disediakan dalam laporan World’s Gold Council’s berjudul “Gold and climate change: Current and future impacts”,  industri emas menggunakan sekitar 240,61 TWh per tahun. 

“Perkiraan ini mungkin mengecualikan sumber utama penggunaan energi dan emisi yang merupakan efek urutan kedua dari industri emas seperti energi dan intensitas karbon dari ban yang digunakan di tambang emas,” tulis laporan tersebut.

Penggunaan listrik yang dikaitkan dengan cryptocurrency mengemuka setelah Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla akan menangguhkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran produknya. 

Alasannya, karena Bitcoin dinilai menimbulkan peningkatan sumber energi kotor seperti batu bara dll. 

LIHAT JUGA: Elon Musk Klarifikasi Tesla Tidak Menjual Aset Bitcoin

“Cryptocurrency adalah ide yang bagus di banyak tingkatan dan kami percaya ini memiliki masa depan yang menjanjikan, tetapi ini tidak bisa berdampak besar pada lingkungan,” tulis CEO Tesla tersebut di Twitter minggu lalu.

Cuitan Musk tersebut  memicu kritik dari komunitas crypto. Tak hanya itu, dampak cuitan CEO SpaceX ini pun memicu penurunan harga pasar crypto, khususnya Bitcoin. 

Pasar Crypto anjlok lebih dari $ 500 miliar setelah Musk membuat serangakain cuit kontroversial  di Twitter. Hari ini, Bitcoin pun tergelincir di bawah $ 43.000 untuk pertama kalinya sejak awal Februari.