ASIX Tidak Lolos Uji Kelayakan Aset Kripto Versi Bappebti

Share :

Portalkripto.comToken ASIX yang dibesut selebritas Indonesia Anang Hermansyah berserta keluarganya tidak lolos dari “seleksi” Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar, Tirta Karma Senjaya, mengungkapkan pada tahap penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP), ASIX gagal memenuhi kriteria yang ditentukan.

Meskipun gagal, namun Bappebti masih memberikan kesempatan kepada token-token lainnnya yang tidak lolos untuk mendaftar di waktu berikutnya dengan sejumlah perbaikan.

“Diusulkan kembali saja tetapi dengan perbaikan-perbaikan sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Bappebti,” jelasnya, dalam konferensi pers di Kantor Bappebti, Jakarta Pusat, Senin (15/8).

Anang merilis ASIX pada awal 2022. Token yang dibangun di atas jaringan Binance Smart Chain tersebut mulai diperdagangkan di bursa terdesentralisasi (DEX) sejak 30 Januari 2022. Beberapa bulan setelah rilis, token yang digadang-gadang mempuyai kegunaan game ini langsung dapat diperdagangkan di exchanges asal Indonesia Indodax.

Pada saat diluncurkan, ASIX sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia. Hal ini tak lepas dari gaya marketing yang menjadikan sosok Anang dan keluarganya yaitu istri dan ketiga anaknya menjadi brand ambassador.

Dengan adanya pentepan Bappebti ini secara aturan semestinya token ASIX hanya bisa diperjualbelikan di bursa terdesentralisasi. Karena exchange tersebut tak memerlukan yuridiksi dari negara manapun. Bursa terdesentralisasi merupakan medium jual beli aset kripto yang dilakukan tanpa perantara atau pihak ketiga. Tidak seperti Exchange terpusat (CEX) macam Tokocrypto, Binance, Indodax dan lainnya.

Namun, resiko perdagangan di DEX pun termasuk lebih tinggi dibandingan di CEX. Karena tidak ada satupun yang bisa memberikan jaminan kepada para pedagang atau investor ketika terjadi sesuatu.

Menurut data CoinGecko, harga token ASIX pada saat artikel ini dibuat adalah Rp0,00011677, turun 1,3% dalam 24 jam terakhir.

Harga tertinggi sepanjang masanya (ATH) terjadi pada 7 Februari 2022 sebesar Rp0,136729, turun 99,95% dibandingkan harga hari ini. Sedangkan harga terendah sepanjang masa (ATL) pada 18 Juni 2022 di kisaran Rp0,00006815.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Aset Kripto yang Sah Diperdagangan di Indonesia Bertambah Jadi 383

Aset Kripto Bisa Jadi Pilihan Alternatif jika PayPal Diblokir Lagi


Token ASIX adalah token utilitas dengan tiga proyeknya yaitu game play-to-earn, pasar NFT, dan metaverse Nusantaraverse. Dalam whitepaper-nya, tidak ada pembaruan proyek dalam lima bulan terakhir.

Bappebti Rilis Daftar Token Legal Terbaru

Menimbang perkembangan terkini industri kripto di Tanah Air, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan peraturan terbaru yaitu Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Peraturan tersebut mengganti aturan sebelumnya yaitu Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020, namun fungsinya tetap sama yaitu untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat dalam bertransaksi aset kripto.

Hal yang membedakan adalah soal nama aset kripto dan jumlahnya. Di peraturan terbaru, terdapat aset lama yang sudah tidak masuk dalam daftar dan ada penambahan aset baru.

Dari segi jumlahnya pun bertambah. Pada tahun 2020 aset yang diperdagangkan di pasaf fisik sebanyak 229. Sedangkan di 2022, jumlahnya menjadi 383 atau terjadi penambahan sebanyak 154 aset.

Dalam daftar tersebut terdapat 10 token lokal yang lolos penilaian Bappebti dan sejumlah asosiasi kripto.

10 token lokal tersebut adalah

1. Ana Coin
2. Cindrum
3. Degree crypto token
4. RupiahToken
5. KunciKoin
6. Livepeer
7. Shill Token
8. PTU Token
9. Tokenomy
10. Toko Token

Tantangan Token Lokal

Kemendag mendorong pengembang Indonesia untuk meluncurkan token lokal yang berpotensi menjadi komoditas ekspor yang dibeli dan diperdagangkan di platform global.

Namun menurut Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, hal itu tidak mudah.

“Tapi buat koin gampang, satu jam jadi. Masalahnya adalah nilainya. Bagaimana caranya agar aset itu memiliki nilai,” ungkap Jerry saat menjadi pembicara di acara BLOCK#1 Goes To Campus dengan tema “Peluang dan Tantangan Industri Blockchain di Indonesia” di Universitas Diponegoro pertengahan Juli lalu.

Menurut data Bappebti, lima jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi adalah Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).