ETH Classic, Fork Ethereum yang Setia dengan Mekanisme Konsensus Bitcoin

Share :

Portalkripto.com — Mereka yang sudah lama berkecimpung di industri kripto pasti familiar dengan hardfork kontroversial yang dilakukan Ethereum pada Juli 2016. Hardfork ini dipicu oleh peretasan besar-besaran yang menyasar Decentralized Autonomous Organization (DAO).

DAO merupakan organisasi pendaanaan ventura berbasis Ethereum yang berhasil mengumpulkan ETH senilai $150 juta dalam initial coin offering (ICO) pada April 2016. Namun, pada Juli 2016, smart contract DAO disusupi peretas yang menyebabkan 3,6 juta ETH dari dana ICO itu lenyap.

Setelah perdebatan panjang mengenai upaya pemulihan jaringan usai insiden tersebut, akhirnya diputuskanlah hardfork Ethereum di blok 1.920.001. Rantai yang masih mencatat riwayat transaksi lama diganti namanya menjadi Ethereum Classic (ETC).

Ethereum Classic berdiri secara independen dan terpisah dari Ethereum, tetapi sama-sama beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW). Jaringan ini juga mendukung decentralized apps dan smart contract dengan menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM), serta mengelola tokennya sendiri.

Meski Ethereum Classic adalah salah satu mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, jumlah kapitalisasi pasarnya masih jauh lebih kecil daripada Ethereum.

Ethereum Classic sekarang memiliki pasokan maksimum 210.700.000 token dan pengurangan reward bagi penambang setiap lima juta blok.

Sebagai rantai minoritas yang menggunakan algoritma penambangan Ethash, Ethereum Classic telah beberapa kali menjadi target ‘51% attack’.

Pada Januari 2019, sekelompok peretas mengambil kendali mayoritas dari blockchain Ethereum Classic tetapi akhirnya mengembalikan dana yang dicuri. Jaringan ini juga kembali menjadi korban ‘51% attack’ pada Juli dan Agustus 2020.

Posisi Ethereum Classic dalam The Merge

Ethereum Classic pada Maret 2017 mengadopsi kebijakan moneter yang serupa dengan Bitcoin. Hal ini dinilai tak sejalan dengan kebijakan moneter asli dari Ethereum yang berupaya membangun mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) di masa depan.

Rantai mainnet Ethereum saat ini sudah semakin dekat dengan proses migrasi dari PoW ke PoS, yang dikenal sebagai ‘The Merge’. Tidak seperti Ethereum, Ethereum Classic bermaksud untuk tetap menggunakan PoW sebagai konsensus dan mekanisme penerbitan token.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Yuga Labs Undang 4.300 Gamers untuk Uji Coba Game Metaverse Otherside

Analisis Harga BTC dan ETH Sepekan: Fase Akumulasi?

Ethereum Segera Bertransformasi dari PoW ke PoS dalam Hitungan Bulan


Dalam situs resminya, ethereumclassic.org, Ethereum Classic menganggap ‘The Merge’ sebagai cara yang paling relevan untuk menggaet penambang. Penambang yang tergusur akan mencari rantai lain untuk ditambang sehingga ada kemungkinan memilih Ethereum Classic.

Migrasi penambang dari ETH ke ETC dinilai bisa membawa gelombang minat baru ke ekosistem Ethereum Classic, meningkatkan keamanan jaringan, dan mempercepat adopsi serta nilai jaringan.

Selain itu, disebutkan, jika ada masalah yang dialami Ethereum selama proses transisi, Ethereum Classic siap menyediakan rantai cadangan.

“Dalam jangka panjang, perpindahan ke Proof-of-Stake mungkin akan membuat mainnet Ethereum lebih tersentralisasi, yang membuatnya rentan terhadap serangan, sementara sekali lagi, ETC akan tetap kebal,” tulisnya.

Jaringan tersebut juga menyatakan,’The Merge’ bisa mengukuhkan posisi Ethereum Classic sebagai jaringan dengan EVM PoW terbesar.

“Keamanan jaringan Ethereum Classic meningkat karena menjadi jaringan puncak dari semua algoritma penambangan turunan Ethash,” tambahnya.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.