FBI Ungkap Ancaman Penipuan Investasi Kripto di LinkedIn

Share :

Portalkripto.com –– Federal Bureau of Investigation (FBI) mengungkap adanya ancaman penipuan kripto di situs jejaring profesional LinkedIn. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Jumat kemarin, agen khusus FBI, Sean Ragan, mengatakan, jenis penipuan yang ditemukan berkaitan dengan investasi.

“Jenis aktivitas penipuan ini sangat signifikan. Ada banyak calon korban dan sudah ada banyak orang yang menjadi korban,” ujarnya.

LinkedIn saat ini memiliki lebih dari 830 juta pengguna di sekitar 200 negara. Karena jejaring milik Microsoft ini banyak diisi oleh orang-orang dari kalangan profesional dan perusahaan, penipu juga melakukannya dengan cara profesional agar bisa meyakinkan korban.

“Mereka selalu memikirkan cara berbeda untuk menargetkan orang dan perusahaan sebagai korban. Mereka bahkan menghabiskan waktu untuk memikirkan tujuan, strategi, alat, hingga taktik apa yang akan mereka gunakan,” ungkapnya.

LinkedIn selama ini dikenal sebagai aplikasi yang banyak digunakan untuk urusan bisnis dan pekerjaan. Namun, CNBC melaporkan, ternyata dalam platform tersebut masih banyak akun-akun palsu yang mengklaim berasal dari perusahaan besar atau mengklaim sebagai pengusaha sukses.

Direktur Kepercayaan, Privasi, dan Ekuitas LinkedIn Oscar Rodriguez mengakui jumlah scammer meningkat di platformnya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lainnya:

Coinbase Digugat Gara-gara Ketidakstabilan Stablecoin GYEN dan UST

Bitcoin Tembus Harga di Bawah $ 20 Ribu, Sinyal Penurunan Makin Kuat

Optimisme Whale Kripto di Tengah Crypto Winter


“Selama beberapa bulan terakhir, kami melihat adanya peningkatan aktivitas penipuan yang terjadi di Internet, termasuk di sini, di LinkedIn,” tulis Rodriguez dalam blog, Kamis lalu.

Ia mengatakan, timnya secara berkala menghapus konten dan akun mencurigakan yang diduga melakukan penipuan. Pada 2021, LinkedIn menghapus lebih dari 136 juta konten spam dan lebih dari 31,6 juta akun palsu.

Sayangnya, saat ini tidak ada fitur verifikasi di LinkedIn, seperti centang biru di Twitter dan Instagram, yang menandai akun orang-orang terkenal.

Meski demikian, verifikasi memang tidak menjamin scam akan berkurang, mengingat ada beberapa akun Twitter terverifikasi yang pernah disalahgunakan oleh scammer kripto dan NFT.

Sebelumnya Komisi Perdagangan Federal AS melaporkan, sejumlah trader kripto AS telah kehilangan uang sebesar $575 juta akibat penipuan investasi dari Januari 2021 hingga Maret 2022.