Gelombang PHK Exchanges Crypto Berlanjut, Bitpanda Pecat 230 Karyawan

Share :

Portalkripto.comExchange asal Austria, Bitpanda, memangkas hampir sepertiga dari jumlah tenaga kerjanya akibat dampak crypto winter yang tidak dapat diprediksi.

Bitpanda yang menawarkan investasi dari Alan Howard dan Valar Ventures Peter Thiel, mengumumkan bahwa kondisi pasar yang tidak pasti dan jumlah karyawan yang terlalu banyak menjadi alasan mengapa pihaknya dengan terpaksa mengurangi jumlah karyawannya.

Perusahaan pertukaran kripto yang didirikan pada 2014 tersebut akan memangkas sekitar 230 karyawannya, namun  posisi yang dipangkas tidak akan berdampak serius pada kinerja Bitpanda.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Bitpanda berada di posisi 66 exchange crypto berdsarkan volume perdagangan harian. Pada Minggu, 26 Juni 2022, volume perdagangan harian di BItpanda berada di angka $ 6 juta. Sebagai perbandingan, exchange crypto nomor satu berdasarkan volume perdagangan, Binance, memutarkan uang sebesar $ 8,2 milyar.

Bitpanda mengikuti jejak pelaku industri kritpo lainnya yang lebih dulu melakukan PHK seperti Coinbase Global Inc., BlockFi, dan Crypto.com dengan alasan yang sama yaitu dampak badai musim dingin yang disebabkan oleh kekhawatiran resesi, ketegangan geopolitik, dan aksi jual besar-besaran karena investor ingin membuang aset berisiko seperti kripto.

Bitpanda didirikan oleh Eric Demuth, Paul Klanchek, dan Christian Trummer dan mendapatkan popularitasnya setelah bermitra dengan layanan pos milik negara Austria untuk menjual voucher bitcoin di 1800 cabangnya. Perusahaan ini menawarkan perdagangan kripto ritel dan derivatif ekuitas dan komoditas.

Platform Exchange Tertekan Kekuatan makro

Dalam sebulan terakhir volume perdagangan di bursa utama menurun karena bank sentral membatalkan paket stimulus era pandemi dan kekhawatiran kenaikan inflasi dan kemungkinan resesi membuat investor menjauh dari aset yang lebih spekulatif.

Financial Times melaporkan bahwa perdagangan mata uang kripto aktual dan bukan produk turunan berjumlah $800 miliar dari Maret hingga Mei 2022, turun lebih dari 50% dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini diperparah dengan biaya pertukaran yang meningkat seiring dengan peraturan seputar aset kripto yang semakin ketat.

Meski sebagian besar exchange sudah berdarah-darah menghadapi crypto winter ini, beberapa lainnya justru akan menambah jumlah karyawannya seperti FTX dan Binance.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Penemuan Emas 31 Juta Ton di Uganda Bakal Pengaruhi Nilai Bitcoin?

Adopsi Digital Currency (CBDC) Afrika Meningkat, Mengancam Stablecoin?


FTX menyatakan pasar bearish saat ini tetap menguntungkan. Pertukaran terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan ini akan terus merekrut personel baru.

Dalam utas Twitter-nya, sang CEO Sam Bankman-Fried, menjelaskan bahwa FTX akan terus terus berkembang. Dia mengatakan bahwa mereka akan merekrut staf baru seperti yang telah mereka lakukan saat pasar sedang dalam keadaan positif,

Sementara Binance juga mengumumkan bahwa mereka percaya musim penurunan pasar memberikan peluang untuk memperoleh proyek-proyek penting secara ekonomi.

Berbicara di hadapan publik pada Consensus 2022, CEO Binance Changpeng Zhao, mengatakan perusahaannya akan memperluas perekrutan dan fokus pada merger atau akuisisi baru dengan jumlah lowongan yang dibuka sebanyak 2000 orang.