Harga Sedang Anjlok, Presiden El Salvador Serok 500 BTC

Share :

Portalkripto.com — Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mencuit bahwa negaranya telah memborong 500 Bitcoin dengan harga total sekitar $15,3 juta, Senin 9 Mei 2022 waktu setempat. Dengan tambahan 500, El Salvador kini memiliki jumlah total BTC lebih dari 2.300 atau sekitar $72,5 juta.

Harga Bitcoin turun lebih dari 11% dalam 24 jam terakhir yang diikuti oleh mata uang kripto lainnya. Banyak pemegang Bitcoin jangka panjang yang memanfaatkan momentum ini untuk membeli sebanyak-banyaknya, termasuk El Salvador.

Sebelumnya pada 28 Oktober 2021, El Salvador menambah aset Bitcoin mereka sejumlah 420 koin. Pembelian tersebut dilakukan saat BTC tergelincir dari harga tertingginya di atas $67 ribu ke level $60 ribu.

Berdasarkan perkiraan majalah Disruptiva, El Salvador membeli 200 BTC seharga $51.300 pada tanggal 6 September, kemudian sejumlah 200 BTC seharga $51.500. Sehari kemudian, ia membeli 150 BTC seharga $52.000, dan akhirnya, pada 19 September, El Salvador membeli penurunan, memperoleh 150 BTC lagi dengan harga $45.700.


Jelajahi Artikel Lain:

Paus Beraksi, Bitcoin Dibanting ke Harga $36 Ribu

Ada Apa dengan LUNA?


Pada September 2021, El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang legal. Langkah El Salvador ini ditiru oleh Republik Afrika Tengah (RAT) pada akhir April lalu.

Meski hal tersebut disambut baik oleh komunitas pendukung Bitcoin, namun di sisi lain mendapat reaksi beragam. Dana Moneter Internasional (IMF) dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS sudah memeringatkan El Salvador dan RAT.

IMF khawatir penerimaan bitcoin sebagai mata uang legal akan memperburuk risiko ekonomi makro.

Kekhawatiran IMF ini memang sangat beralasan. Alasannya, berdasarkan data dari chainalysis, perkembangan aset kripto di negara berkembang sangat pesat. Data tersebut menunjukkan bahwa adopsi global telah tumbuh lebih dari 2300% sejak Q3 2019 dan lebih dari 881% pada tahun 2020.

Dari data tersebut, negara dunia ketiga seperti di Afrika, Amerika Latin, dan Asia, mendominasi pengadopsian mata uang kripto secara global.