Inflasi di AS Menyentuh 9,1%, Pasar Kripto Kehilangan $46 Miliar dalam Satu Jam

Share :

Portalkripto.com– Indeks harga konsumen (ICP) di Amerika Serikat melonjak 9,1% di bulan Juni lalu. Kenaikan ini menjadi laju inflasi paling tinggi dalam sejarah Amerika sejak 40 tahun terakhir. 

Laporan ini diumumkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Rabu, 13 Juli 2022, dikutip dari CNBC.

Kenaikan inflasi ini membuat pasar crypto bereaksi. Aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin, merespon dengan penurunan harga ke level di bawah $ 19 ribu. Pada saat laporan ini ditulis Bitcoin diperdagangkan di level $ 19,180.

Sama halnya dengan ETH. Token native jaringan Ethereum ini pun sempat merespon dengan penurunan di atas 8% dalam kurun waktu satu jam.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Adu Pendapat Vitalik Buterin vs Bitcoin Maximalist Soal Proof of Stake

Analisis Pergerakan Harga BTC dan ETH, 13 Juli 2022

Pengguna Voyager Digital Terancam Tak Bisa Dapat 100% Dana Pengganti


Secara keseluruhan pasar kripto telah kehilangan $46 milyar dalam satu jam terakhir setelah laporan kenaikan inflasi ini muncul ke publik. 

Kenaikan indeks harga konsumen ini adalah standar yang paling umum untuk menentukan laju inflasi di AS. Karena indkes ini mengukur perubahan rata-rata dari waktu ke waktu dalam harga yang dibayar konsumen perkotaan untuk kebutuhan pokok atau barang-barang konsumsi.

Sebelum Juni, tingkat inflasi AS sudah mencapai laju tertingginya sejak 40 tahun yang lalu, yakni di level 8,6%. Hal ini pun memicu Bank Sentral AS atau The Fed mengerek suku bunga acuan sebesar 150 basis poin.

Kenaikan suku bunga di semester pertama 2022 ini pun ditandai dengan menurunnya harga aset kripto. Setelah The Fed mengumukan kenaikan suku bunga acuan BTC langsung dump ke harga di bawah $ 20 ribu begitupun alts coin berkapitalisasi pasar besar.