Adu Pendapat Vitalik Buterin vs Bitcoin Maximalist Soal Proof of Stake

Share :

Portalkripto.com — Editor pelaksana Swan Bitcoin, Nick Payton, pada Selasa lalu mengkritik protokol konsensus Proof-of-Stake (PoS) yang saat ini sedang dijajaki oleh Ethereum. Payton, yang merupakan seorang bitcoin maximalist, mengatakan kripto yang didukung blockchain PoS sama saja seperti sebuah sekuritas.

PoS adalah sebuah mekanisme konsensus yang memastikan hanya transaksi yang legal dan sah yang bisa ditambahkan ke blokchain. Mekanisme ini membutukan validator untuk mengunci atau ‘stake’ kripto mereka untuk mengamankan jaringan.

“Dear Proof of Stakers. Fakta bahwa Anda bisa melakukan voting untuk mengubah properti (di platform PoS), membuktikan (aset PoS) adalah sebuah sekuritas. Love, Bitcoin,” ujar Payton.

Penyataan itu dianggap sensitif karena selama bertahun-tahun, Securities and Exchange Commission (SEC) AS juga bertanya-tanya apakah Ethereum layak disebut sebuah sekuritas.

Tak lama, pendiri Ethereum Vitalik Buterin menjawab kritik Payton sambil menjelaskan mengenai PoS dan Proof-of-Work (PoW).

“Sungguh menakjubkan bagaimana pendukung PoW terus mengatakan kebohongan bahwa PoS menyertakan voting di dalam protokol (tidak seperti PoW). Node tetap akan menolak blok yang tidak valid, di PoS maupun di PoW, itu bukan hal yang sulit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Buterin mengkritik tata bahasa Payton sebagai sebuah editor pelaksana di media massa. Menurutnya, Payton mungkin salah menulis kata ‘Secure’ (aman), menjadi ‘Security’ (Sekuritas).

“Saya tahu sufiks ini sulit, jadi saya memaafkan kesalahannya,” kata Buterin.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Analisis Pergerakan Harga BTC dan ETH, 13 Juli 2022

Pengguna Voyager Digital Terancam Tak Bisa Dapat 100% Dana Pengganti

Aset Kripto Senilai $1,97 Miliar Raib Dijarah Peretas Sepanjang 2022


Pendiri Bankless Ryan Sean Adams mengatakan, cuitan Buterin kali ini merupakan yang ‘terpedas’ yang pernah ia baca. Ini memang bukan yang pertama kalinya Buterin berdebat dengan Bitcoin Maximalist.

Pekan lalu, Jimmy Song, seorang penulis yang juga Bitcoin Maximalist, mempertanyakan sifat desentralisasi dari PoS. Menurutnya, mekanisme tersebut tidak bisa menyelesaikan ‘Byzantine generals problem’ (kegagalan sistem yang harus disetujui validator, tetapi validator tidak bisa diandalkan).

“Jika ada tradisi lama orang memperdebatkan A vs B berdasarkan argumen terkait matematika, ekonomi, dan filosofi moral, dan Anda mengatakan “B bodoh hanya karena sebuah keselahan teknis yang melibatkan sebuah definisi,” mungkin sebenarnya Anda yang salah,” kata Buterin.

Pada awal Juli ini, Ethereum telah berhasil melakukan penggabungan testnet Sepolia. Langkah ini mendorong Ethereum selangkah lebih dekat ke mekanisme konsensus PoS.

Seperti Bitcoin, Ethereum menggunakan mekanisme konsensus PoW. PoW melibatkan banyak penambang yang bermodalkan komputer dan daya listrik yang besar untuk memecahkan kode matematika yang kompleks untuk mencatat transaksi di Blockchain.

Namun, Ethereum saat ini sedang dalam proses migrasi dari PoW ke PoS. Transisi Ethereum ke PoS menjanjikan konsumsi energi yang lebih rendah dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Menurut Ethereum Foundation, mekanisme PoS akan mengurangi konsumsi energi hingga 99,95%.

Ethereum Foundation mengklaim transisi dari PoW ke PoS akan memangkas emisi karbon Ethereum menjadi 0,07 kilogram per transaksi dari 147,86 kilogram saat ini yang membuat jejak karbonnya 17.000 kali lebih efisien daripada Bitcoin.

Pembaruan ini akan meningkatkan jumlah transaksi yang dapat ditangani Ethereum dari 15 hingga 20 transaksi per detik saat ini, menurunkan biaya gas, dan meningkatkan keamanan jaringan.