Jaringan Optimism Diretas, Pelaku Kirim Satu Juta Token ke Vitalik Buterin

Share :

Portalkripto.com — Jaringan layer-2 Ethereum, Optimism, melaporkan, sebanyak 20 juta token Optimism (OP) telah dicuri oleh peretas. Insiden ini terjadi setelah perusahaan perdagangan kripto Wintermute secara tidak sengaja melakukan salah transfer token.

Usai menggasak token Optimism, peretas kemudian mengirimkan satu juta token OP yang dicurinya ke wallet pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

Saat itu Optimism bermaksud untuk mendistribusikan 20 juta token OP kepada pemangku kepentingan di Optimism Collective dalam skema airdrop.

Token OP adalah token asli Optimism Collective DAO. DAO, atau organisasi otonom yang terdesentralisasi, menggunakan token tata kelola tersebut untuk memungkinkan pengguna memberikan suara secara kolektif terkait segala keputusan jaringan.

Namun Wintermute, perusahaan mitra yang menjadi tempat bagi Optimism untuk berkonsultasi terkait token airdrop, tidak sengaja mengirim token-token itu ke akun yang tidak dapat diakses.

Akun tersebut kemudian disusupi peretas yang berhasil mencuri total 20 juta token OP senilai $35 juta (sekitar Rp500 miliar). Pelaku lalu menukar satu juta token OP dengan ETH.

Setelah itu tidak ada aksi lagi yang dilakukan pelaku selama sepekan. Peretas itu masih memegang sebanyak 19 juta token OP.


Kamu Bisa Baca Artikel Lainnya:

Blockware: Delapan Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Menggunakan Bitcoin 

FTX hingga OpenSea Masuk Daftar 50 Startup Fintech Pilihan Forbes

Tak ada yang Lebih Banal Dari DOGE, Lelucon Bernilai Puluhan Milyar Dollar


Pada 10 Juni 2022 pagi tadi, pelaku dilaporkan telah mengirim satu juta token OP senilai $824.000 (sekitar Rp11 miliar) ke wallet Vitalik Buterin. Sementara 18 juta token OP sisanya masih berada di wallet pelaku.

Wintermute dalam pernyataan resminya yang dikutip Decrypt menduga pelaku merupakan white hat hacker, mengingat ia masih menyimpan sebagian besar token dan tidak mencairkannya.

Perusahaan tersebut juga mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum jika token-token itu tidak dikembalikan dalam sepekan.

Meski demikian, motif sebenarnya dari peretas itu masih belum jelas apakah hanya untuk mencari celah keamanan dalam jaringan Optimism atau justru memperoleh keuntungan finansial.

Aksi transfer kripto ke wallet Vitalik Buterin memang bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu, pengembang token Shiba Inu juga mengirim token SHIB senilai $8 miliar ke wallet Buterin.

Tujuannya adalah untuk menghilangkan setengah pasokan token dari peredaran. Buterin kemudian membakar 90% token itu dan menyumbangkan sisanya ke badan amal terkait Covid.