Jelang Ethereum 2.0, Beacon Chain Mengalami Serangan di 7 Blok

Share :

Portalkripto.com — Ethereum Beacon Chain yang berperan sangat penting dalam penggabungan Ethereum yang dijadwalkan akhir tahun ini, mengalami potensi serangan keamanan tingkat tinggi yang dikenal sebagai “reorganisasi” blockchain.

Reorganisasi, atau reorg, terjadi karena kegagalan jaringan, seperti bug, atau serangan berbahaya, yang untuk sementara menghasilkan versi duplikat dari blockchain. Semakin lama reorg berlangsung, semakin serius konsekuensinya.

Menurut CEO dan salah satu pendiri penyedia layanan DeFi Gnosis, Martin Köppelmann, reorg di Ethereum Beacon Chain pada 25 Mei 2022 terjadi pada tujuh blok, terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data dari Beacon Scan, tujuh blok dari nomor 3.887.075 hingga 3.887.081 tersingkir dari rantai Beacon antara 08:55:23 hingga 08:56:35 UTC.

Beacon Chain yang diluncurkan pada 1 Desember 2020, digunakan untuk melakukan staking ke blockchain Ethereum.

Menuju Ethereum 2.0

Penggabungan Ethereum atau yang disebut juga “Ethereum 2.0” adalah peningkatan yang signifikan dan telah lama ditunggu-tunggu serta menandai transisinya dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake.

Penggabungan yang dijadwalkan pada bulan Agustus, akan menggabungkan Rantai Beacon dengan mainnet Ethereum. Itu berarti jika ada masalah dengan Rantai Beacon maka berpotensi menunda penggabungan.


Jelajahi Artikel Lain:

Pahami Total Value Locked (TVL) Sebelum Masuk ke Platform DeFi

Mengenal Solana, Blockchain Unik yang Menggabungkan PoH dan PoS


Köppelmann mengatakan reorg ini adalah bukti bahwa ada lebih dulu harus diselesaikan sebelum penggabungan.

“Strategi pengesahan node saat ini harus dipertimbangkan kembali agar menghasilkan rantai yang lebih stabil,” tulisnya.

Reorg terjadi ketika dua penambang mulai bekerja menambahkan blok transaksi dengan kesulitan yang sama ke sebuah rantai secara bersamaan. Aktivitas itu menciptakan fork, atau versi duplikat dari blockchain.

Seorang penambang yang menambahkan blok berikutnya harus memilih garpu mana yang merupakan rantai yang benar. Setelah memilih, maka fork yang salah akan hilang dan fork yang baru diteruskan.

Reorg tujuh blok berarti bahwa garpu yang akhirnya dijatuhkan memiliki tujuh blok transaksi yang ditambahkan ke dalamnya sebelum jaringan memutuskan itu bukan rantai kanonik. Setiap blok pada rantai Ethereum berisi kira-kira antara 200 hingga 300 transaksi dan memiliki nilai sekitar 2 ETH, atau kira-kira $4.000, menurut Etherscan.io.

Ketika ada dua versi blockchain yang bersaing, meskipun hanya sebentar, ada risiko si pengguna menggunakan asetnya untuk transaksi sebanyak dua kali lipat.

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin dan CEO Paradigm Georgios Konstantopoulos pernah membahas masalah reorg ini. Mereka mengatakan bahwa reorg lebih dari lima blok dicurigai sebagai tanda serangan ke dalam jaringan

Mereka menjelaskan bahwa reorg pada umumnya terjadi hanya satu atau dua blok saja karena masalah latensi jaringan.

“Tapi kadang-kadang bisa melibatkan 2-5 blok reorgs, itu lagi sial saja. Penyebabnya bisa karena kegagalan jaringan yang ekstrim, bug klien, atau serangan berbahaya,” tulis Buterin dan Konstantopoulos di blognya.