Marc Andreessen: Web3 Seperti Internet di Awal Kemunculannya di 1990-an

Share :

Portalkripto.com — Pengusaha teknologi dan miliarder, Marc Andreessen, mengatakan bahwa proliferasi teknologi Web3 dan blockchain saat ini mengingatkannya pada kemunculan internet di akhir 1990-an.

Andreessen yang lebih dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan modal ventura yang berfokus pada blockchain Andreessen Horowitz (a16z), menemukan kesuksesannya dengan mengembangkan browser web pertama yang disebut Mosaic. Dia kemudian mendirikan Netscape Navigator yang mendominasi pasar browser di tahun 1990-an.

Dia menceritakan peningkatan adopsi dan pengembangan Web3 saat ini sangat mirip dengan lonjakan aktivitas yang ia alami di tahun-tahun awal dia bergelut di bidang teknologi.

Dia menambahkan bahwa lanskap Web3 saat ini menarik orang-orang terpintar di dunia. Andreessen juga mengungkapkan bahwa Web3 adalah mata rantai yang “hilang” dalam dunia internet, dimana Web3 menghadirkan kepercayaan, kedaulatan, dan utilitas finansial ke dalam ekosistemnya.

Sebelum dikenal dengan investasi awalnya di Instagram dan Slack, a16z pertama kali memasuki industri kripto dengan investasi di Coinbase pada tahun 2013 dan sejak itu mendukung bisnis utama terkait mata uang kripto, termasuk Polychain Capital, OpenSea, Solana (SOL), Avalanche (AVAX) dan Yuga Lab.

Seminggu yang lalu ia mengumumkan peluncuran dana kripto keempatnya sebesar $4,5 miliar, sehingga jumlah total modal yang diinvestasikan oleh Andreessen Horowitz ke dalam bisnis kripto menjadi lebih dari $7,6 miliar.

Menurut surat yang ditulis oleh Managing Partner Chris Dixon, a16z meluncurkan dana terbaru untuk memanfaatkan apa yang disebut Dixon sebagai “era keemasan” pengembangan Web3.

“Kami membayangkan seluruh ekonomi global berjalan di atas blockchain seperti 30 atau 50 tahun dari sekarang,” katanya.

Awal Mula Web3

Dikutip dari Wired, istilah Web3 pertama kali muncul di tahun 2014.

Penggagasnya dalah pendiri Polkadot, Gavin Wood, dan salah satu pendiri Ethereum. Mereka menggunakan istilah Web3 untuk menggambarkan ekosistem online terdesentralisasi berdasarkan blockchain.

Web3 adalah sebuah gagasan bahwa kita dapat memiliki internet terbuka yang terdesentralisasi, dimana pengguna mengendalikan data mereka dan memiliki hak sepenuhnya tentang bagaimana data mereka digunakan.

Dalam versi internet ini, kita dapat bertransaksi secara langsung dan aman satu sama lain tanpa harus melalui layanan terpusat seperti Apple Pay atau PayPal.

Sebagai perbandingan, Web 1.0 adalah tentang halaman statis, seperti Wikipedia. Tidak hal lain yang bisa dilakukan selain membaca.


Jelajahi Artikel Lain:

Perusahaan Blockchain Fidelity Digital Assets Butuh 210 Karyawan Baru

JPMorgan Gelontorkan Modal untuk Startup Blockchain Analytic Elliptic


Sementara Web 2.0 adalah tentang konten dinamis dan munculnya media sosial. Sedangkan Web3 semuanya akan menjadi aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang operasinya tidak bergantung pada layanan atau organisasi terpusat.

Meskipun ide ini mungkin terdengar rumit atau membingungkan, namun ada beberapa aplikasi Web3 yang memiliki jutaan pengguna. Sebut saja mesin peramban Brave dan wallet MetaMask.

Aplikasi ini menawarkan pilihan untuk browser tradisional seperti Google Chrome. Di sisi lain Brave masih memungkinkan penggunanya untuk menggunakan layanan terpusat seperti Facebook dan Twitter.

Jumlah Pengembang Web3 Semakin Meningkat

Laporan pertumbuhan Web3 baru-baru ini disampaikan oleh Electric Capital, sebuah perusahaan modal ventura yang telah berinvestasi di perusahaan Web3 sejak 2018.

Laporan berjudul Electric Capital 2021 Developer Report menganalisis data dari hampir 500.000 repositori kode dan 160 juta code commits di seluruh Web3. Hasil dari laporan tersebut menemukan bahwa lebih dari 34.000 pengembang baru memberikan kode ke proyek Web3 pada tahun 2021, jumlah tertinggi dalam sejarah.

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan bahwa 65% pengembang aktif dan 45% pengembang penuh waktu mulai bekerja di Web3 sejak tahun lalu. Dokumen tersebut juga menemukan bahwa lebih dari 18.000 pengembang aktif bulanan melakukan kode untuk proyek kripto dan Web3 open-source terutama membangun jaringan Ethereum.

Seorang peneliti di Electric Capital, Maria Shen, mengatakan bahwa 2021 adalah tahun pertumbuhan bersejarah untuk pengembangan Web3.

Dia menambahkan bahwa semakin banyak pengembang Web2 yang bermigrasi ke Web3 baru-baru ini. Dia percaya hal ini terjadi sebagian karena Web3 memungkinkan titik masuk yang lebih fleksibel.

Sebagai ilustrasi, menurut Shen, pengembang paruh waktu dapat bekerja sesuai waktunya untuk membangun sebuah proyek di Web3.

“Sedangkan di Web2, bila Anda bekerja di Google maka Anda terikat sepenuhnya atau tidak sama sekali. Tidak ada pilihan di antaranya,” ujarnya. Begitu juga karena sifatnya yang terbuka, ruang Web3 memiliki ruang yang lebih banyak bagi pengembang, membiarkan mereka bekerja secara fuul-time. paruh waktu atau bahkan hanya sesekali.