The Fed Kembali Mengerek Suku Bunga, Bagaimana Prospek Bitcoin Cs?

Share :

Portalkripto.com — Federal Reserve (The Fed) menepati janjinya dengan menaikan suku bunga 75 basis poin pada Rabu (27/7) waktu setempat sebagai upaya mengendalikan inflasi.

Langkah tersebut memenuhi ekspektasi para analis, yang memperkirakan The Fed memang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bulan ini.

Beberapa saat sebelum The Fed menggelar pertemuan untuk menyampaikan pengumuman menaikkan suku bunga, pasar saham dan aset kripto seperti mendapatkan angin segar. Indeks saham utama naik, termasuk S&P 500 (1,39%) dan Nasdaq (2,48%), bersama dengan Dow Jones Industrial Average (0,3%).

Begitu juga dengan aset kripto. Menurut CoinMarketCap, pada perdagangan Kamis, 28 Juli 2022, pukul 08.55 WIB, Bitcoin dan Ethereum naik dalam 24 jam terakhir, masing-masing meningkat 7,41% dan 12,5%.

Bitcoin melonjak 3% dalam satu jam terakhir setelah pengumuman Fed sementara ETH meningkat harga sebesar 4,8%, meski keduanya mengalami penurunan dalam tujuh hari terakhir dan nilai total semua aset kripto untuk sementara turun di bawah $1 triliun pada Selasa (26/7).

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah menaikkan suku bunga untuk memulihkan stabilitas harga dan mengendalikan inflasi yang merajalela. Di AS, The Fed menyampaikan kenaikan suku bunga tertinggi sejak 1994 pada bulan lalu untuk memerangi kenaikan harga.

Sedangkan Bank Sentral Eropa mengejutkan investor karena menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, memberikan kenaikan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan sebesar 50 basis poin.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Akankah The Merge Ethereum Berimbas pada Kenaikan Harga ETH?

Pemegang BTC yang Optimis Ambil Alih Posisi Investor Putus Asa


Bank sentral sedang mencoba untuk mengendalikan inflasi sebelum berdampak lebih serius terhadap perekonomian global. Namun jika The Fed terlalu agresif dalam memperketat ekonomi, hal itu justru bisa membuat AS mengalami resesi.

Kenaikan suku bunga memiliki efek riak di seluruh sistem keuangan, membuatnya lebih mahal bagi bisnis dan konsumen untuk mengambil pinjaman dan secara efektif mendinginkan ekonomi dengan mengurangi permintaan.

Karena suku bunga mengurangi prospek pertumbuhan untuk perusahaan yang diperdagangkan di Wall Street. Investor institusional cenderung lebih tertarik menukar saham dan kripto untuk investasi yang lebih aman seperti obligasi korporasi dan pemerintah.

Dua instrumen tersebut menjadi jenis investasi favorit di tengah kenaikan suku bunga. Karena, keduanya memiliki keuntungan lebih sedikit daripada investasi berisiko tapi memiliki keuntungan yang didukung oleh pemerintah federal.

Sementara pasar kirpto berjuang keras dalam menghadapi kebijakan ekonomi yang lebih ketat sejak The Fed mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret tahun ini.

The Fed memiliki mandat untuk mempertahankan kondisi ideal tenaga kerja dan menjaga harga tetap stabil dengan sasaran inflasi sekitar 2% setiap tahun.

Gangguan rantai pasokan yang berasal dari pandemi Covid-19 dan peningkatan permintaan konsumen yang dipicu oleh program bantuan pandemi telah berkontribusi terhadap faktor inflasi. Faktor lainnya akibat stimulus ekonomi bernilai triliunan dolar yang meningkatkan pasokan uang secara keseluruhan.

Ketika inflasi pertama kali mulai meningkat tahun lalu, The Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga karena menganggap kenaikan harga bersifat sementara dan sesuatu yang akan memperbaiki dirinya sendiri.

Namun belakangan, Kepala The Fed Jerome Powell, menyatakan bahwa pihaknya kurang tegas dalam menafsirkan inflasi tersebut.

“Kami sekarang lebih memahami betapa sedikit yang kami pahami tentang inflasi,” katanya pada akhir Juni lalu di Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal.“Ini tidak terduga,” pungkasnya.